Cyber . 21/09/2026, 13:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
V = I × R
Semakin besar arus yang mengalir dan semakin tinggi resistansi kabel, semakin besar pula potensi penurunan tegangan.
USB-IF bahkan memasukkan persoalan voltage drop dalam spesifikasi dan pengujian USB. Dalam dokumentasi teknis USB Type-C, terdapat batas penurunan tegangan yang harus diperhitungkan agar sistem tetap bekerja sebagaimana dirancang.
Sebagai contoh sederhana, misalkan total resistansi jalur kabel adalah 0,1 ohm dan arus yang melewatinya 3 ampere.
Penurunan tegangannya menjadi:
3 A × 0,1 ohm = 0,3 volt.
Angka tersebut hanya ilustrasi fisika dasar. Resistansi kabel sebenarnya berbeda-beda tergantung panjang, ketebalan konduktor, material, konektor, temperatur, dan konstruksi kabel.
Hambatan kabel juga menyebabkan sebagian energi listrik berubah menjadi panas.
Hubungannya dapat digambarkan melalui persamaan:
P = I²R
Artinya, peningkatan arus memberikan pengaruh besar terhadap panas yang dihasilkan pada suatu resistansi.
Hal ini menjadi semakin relevan pada teknologi fast charging karena daya yang ditransmisikan dapat jauh lebih besar dibandingkan charger USB generasi lama.
Jika kabel memiliki resistansi tinggi, kerugian energi juga dapat meningkat.
Karena itu, kabel yang terasa panas secara tidak wajar ketika digunakan untuk mengisi daya perlu diperhatikan, terutama jika panas terkonsentrasi pada konektor atau bagian tertentu dari kabel.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media