Cyber . 18/09/2026, 20:20 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Namun, jangan sembarangan menghapus aplikasi sistem. Sejumlah komponen bawaan Android memang membutuhkan izin tertentu agar sistem dapat bekerja secara normal.
Android menyediakan sistem keamanan bernama Google Play Protect.
Google menjelaskan bahwa Play Protect memeriksa aplikasi ketika pengguna memasangnya serta melakukan pemindaian perangkat secara berkala.
Jika menemukan aplikasi yang berpotensi membahayakan, sistem dapat memberikan peringatan kepada pengguna. Dalam kondisi tertentu, aplikasi berbahaya juga dapat dinonaktifkan atau dihapus.
Pengguna dapat membuka Google Play Store, mengetuk foto profil, memilih Play Protect, kemudian menjalankan pemindaian.
Google menyebut Play Protect aktif secara default dan menyarankan pengguna untuk tetap mengaktifkannya.
Salah satu bentuk iklan agresif yang sering ditemukan adalah pesan seperti "HP Anda Terinfeksi Virus", "Perangkat Anda Dalam Bahaya", atau pemberitahuan lain yang meminta pengguna segera mengunduh aplikasi tertentu.
Pesan semacam ini belum tentu merupakan peringatan keamanan asli.
Google mencantumkan peringatan mengenai virus atau perangkat terinfeksi yang muncul ketika browsing sebagai salah satu gejala yang dapat berkaitan dengan software atau iklan yang tidak diinginkan.
Karena itu, jangan langsung menekan tombol seperti "Clean", "Scan", "Install", atau tombol sejenis yang terdapat pada iklan.
Tutup halaman tersebut kemudian lakukan pemeriksaan keamanan menggunakan fitur resmi perangkat.
Android menyediakan sejumlah pengaturan privasi iklan yang memungkinkan pengguna mengontrol bagaimana sistem periklanan tertentu bekerja.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media