Tips n Trik

Charger Laptop Panas Berlebihan, Kapan Harus Mulai Khawatir?

Charger laptop yang terasa panas saat digunakan sebenarnya bukan kondisi yang selalu menandakan kerusakan. Ketika laptop sedang mengisi baterai atau digunakan

Charger Laptop Panas Berlebihan, Kapan Harus Mulai Khawatir?
ilustrasi Charger USB-C Laptop, Ilustrasi: DALL·E 3

Dengan demikian, temperatur charger bukan hanya ditentukan oleh kebutuhan daya laptop, tetapi juga kondisi lingkungan tempat perangkat digunakan.

Watt Charger Harus Sesuai dengan Laptop

Penggunaan charger pengganti juga perlu diperhatikan.

Laptop biasanya dirancang untuk menerima daya dengan karakteristik tertentu. Pada laptop yang menggunakan USB-C Power Delivery, misalnya, perangkat dan charger dapat berkomunikasi untuk menentukan profil daya yang dapat digunakan.

Namun, kemampuan maksimum charger tetap perlu mencukupi kebutuhan perangkat.

Adaptor dengan watt lebih rendah dapat membuat proses pengisian berlangsung lebih lambat. Dalam kondisi tertentu, daya dari charger bahkan tidak cukup untuk memenuhi konsumsi listrik laptop ketika perangkat sedang bekerja berat.

HP menjelaskan bahwa adaptor dengan watt lebih rendah daripada kebutuhan notebook dapat menyebabkan CPU menurunkan kinerjanya untuk menghemat daya, baterai mengisi lebih lambat atau tidak mengisi, serta adaptor menjadi hangat.

Karena itu, charger pengganti sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan kesamaan bentuk konektor.

Kemampuan daya, tegangan, standar pengisian, kemampuan kabel, serta kompatibilitas dengan laptop harus diperhatikan.

Jangan Abaikan Kabel dan Stopkontak

Sumber panas berlebihan tidak selalu berasal dari bagian utama adaptor.

Steker yang longgar, kabel yang rusak, konektor yang tidak terpasang dengan baik, atau stopkontak bermasalah juga dapat menyebabkan peningkatan temperatur.

Fenomena tersebut berkaitan dengan resistansi listrik. Dalam sistem kelistrikan, daya panas yang muncul pada suatu hambatan dapat dijelaskan melalui hubungan P = I²R.

Artinya, ketika resistansi pada suatu sambungan meningkat sementara arus tetap mengalir, panas yang dihasilkan pada bagian tersebut juga dapat meningkat.

Karena itu, jika justru bagian steker atau stopkontak yang terasa sangat panas, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.

Berita Terkait