Cyber

Politikus AS Peringatkan Manusia Bisa Kehilangan Kendali atas AI

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berlangsung sangat cepat kembali memunculkan kekhawatiran di Amerika Serikat. Senator AS

Politikus AS Peringatkan Manusia Bisa Kehilangan Kendali atas AI
AI Kehilangan Kendali, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berlangsung sangat cepat kembali memunculkan kekhawatiran di Amerika Serikat. Senator AS Bernie Sanders memperingatkan adanya kemungkinan manusia pada akhirnya kehilangan kendali atas teknologi AI jika pengembangannya terus berlangsung tanpa pembatasan yang memadai.

Sanders, senator independen dari Vermont yang dikenal dengan pandangan politik progresif, menjadi salah satu pendukung rancangan undang-undang federal yang disebut Ban Artificial Superintelligence Act.

Rancangan undang-undang tersebut diajukan untuk mendorong penghentian sementara pengembangan sistem AI tingkat lanjut yang berpotensi berkembang menjadi artificial superintelligence atau kecerdasan buatan super.

Menurut Sanders, ketidakpastian mengenai kemampuan AI pada masa depan menjadi alasan pemerintah tidak seharusnya mengabaikan peringatan dari para ilmuwan dan peneliti.

"Ada kemungkinan besar manusia akan kehilangan kendali atas AI," kata Sanders kepada program Newsnight BBC.

"Apa yang terjadi setelah itu, tidak ada yang tahu. Tetapi apakah dampaknya bisa menjadi bencana? Ya, bisa," lanjutnya.

Sanders Ingin Pengembangan AI Diperlambat

Sanders menilai pemerintah perlu mempertimbangkan langkah untuk memperlambat pengembangan AI ketika para ilmuwan mulai memperingatkan adanya potensi risiko serius terhadap manusia.

Menurut dia, peringatan mengenai kemungkinan dampak besar AI seharusnya cukup menjadi alasan untuk mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati.

"Ketika para ilmuwan mengatakan ada kemungkinan teknologi ini dapat memberikan dampak yang sangat buruk bagi umat manusia, kita harus memperlambatnya," ujar Sanders.

Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan perkembangan menuju artificial general intelligence (AGI) dan artificial superintelligence (ASI).

AGI umumnya menggambarkan sistem AI yang mampu melakukan berbagai tugas intelektual secara luas seperti manusia. Sementara itu, ASI merupakan konsep sistem AI yang secara teoritis memiliki kemampuan kognitif jauh melampaui manusia dalam banyak bidang.

Namun, artificial superintelligence hingga kini masih merupakan konsep hipotetis. Belum ada bukti bahwa sistem AI saat ini telah mencapai tingkat tersebut.

Trump Punya Pandangan Berbeda

Pandangan Sanders berbeda dengan sikap Presiden AS Donald Trump yang lebih menekankan pentingnya mempertahankan keunggulan Amerika Serikat dalam persaingan teknologi AI dengan China.

Berita Terkait