Peneliti AI Ungkap Ketakutan Orang Dalam Industri: Masa Depan Manusia Terancam?
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berlangsung sangat cepat mulai menimbulkan kekhawatiran, bahkan di kalangan orang-orang
fin.co.id - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berlangsung sangat cepat mulai menimbulkan kekhawatiran, bahkan di kalangan orang-orang yang bekerja langsung mengembangkan teknologi tersebut.
Jacob Coxon, mantan peneliti Anthropic yang sebelumnya juga pernah bekerja di OpenAI, mengungkapkan bahwa sejumlah pekerja di perusahaan AI benar-benar merasa takut terhadap arah perkembangan teknologi yang mereka kerjakan.
Dalam wawancara dengan BBC, Coxon mengatakan kekhawatiran tersebut bukan sekadar perdebatan teoretis mengenai sesuatu yang mungkin terjadi puluhan tahun mendatang. Menurut dia, sebagian orang di industri AI memandang risikonya sebagai persoalan yang jauh lebih dekat.
"Orang-orang yang bekerja di perusahaan-perusahaan ini benar-benar serius ketika meminta regulasi karena mereka merasa terjebak dalam sebuah perlombaan. Dan mereka takut dengan hasil dari perlombaan itu," kata Coxon, sebagaimana dikutip dari BBC.
Baca Juga
Pernyataan tersebut muncul setelah Coxon meninggalkan Anthropic dan mempublikasikan alasan pengunduran dirinya. Salah satu perhatian utamanya adalah kemungkinan sistem AI berkembang lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk memahami, mengawasi, dan mengendalikannya.
Pekerja AI Disebut Benar-benar Ketakutan
Coxon menggambarkan suasana yang tidak biasa di antara sejumlah orang yang bekerja di sektor AI. Di tengah optimisme mengenai kemampuan AI membantu manusia, sebagian peneliti disebut terus memikirkan kemungkinan buruk dari teknologi yang sedang mereka kembangkan.
Menurut Coxon, rekan-rekannya mempertimbangkan bagaimana mereka akan menjalani kehidupan jika kemajuan AI menimbulkan ketidakstabilan besar.
Bahkan, ia mengatakan ada orang yang mempertimbangkan membeli tanah di suatu tempat karena khawatir terhadap ketidakstabilan yang mungkin terjadi akibat perkembangan AI yang sangat cepat.
"Mereka memikirkan hal ini setiap hari ketika bekerja pada teknologi tersebut," ujarnya.
Baca Juga
Coxon sendiri menyampaikan peringatan yang jauh lebih ekstrem. Ia mengatakan jika laju perkembangan AI tidak diperlambat, terdapat kemungkinan teknologi tersebut pada akhirnya dapat menimbulkan ancaman eksistensial bagi manusia.
Namun, pernyataan tersebut merupakan penilaian Coxon mengenai risiko AI, bukan kepastian ilmiah bahwa AI akan menyebabkan kepunahan manusia.
Skenario AI Mengambil Alih Internet
Salah satu skenario yang dibicarakan adalah munculnya sejumlah besar agen atau bot AI yang dapat bekerja secara terkoordinasi layaknya sebuah superkomputer.
CEO Anthropic Dario Amodei sebelumnya membahas risiko sistem semacam itu. Dalam skenario ekstrem, jaringan agen AI yang sangat canggih dapat melakukan berbagai aktivitas digital dalam skala besar dan berpotensi menguasai bagian penting dari internet.