Tips n Trik . 09/09/2026, 11:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Pelaku dapat mengaku sebagai petugas bank, kurir, admin marketplace, layanan pajak, operator seluler, hingga tim WhatsApp. Mereka kadang menggunakan foto profil logo perusahaan agar tampak lebih meyakinkan.
Namun, identitas visual bukan jaminan bahwa akun tersebut benar-benar resmi. Foto profil, nama akun, dan logo dapat ditiru dengan mudah. Perhatikan apakah pengirim memakai nomor pribadi, melakukan kesalahan ejaan, atau memberikan instruksi yang tidak lazim.
Jika menerima pesan yang mengatasnamakan suatu layanan, jangan melanjutkan percakapan melalui link atau nomor tersebut. Hubungi layanan pelanggan melalui aplikasi resmi, situs resmi yang diketik sendiri di peramban, atau kanal kontak yang sudah diketahui sebelumnya.
Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah pesan yang tidak berkaitan dengan aktivitas Anda. Misalnya, menerima tagihan untuk layanan yang tidak pernah digunakan, pemberitahuan paket padahal tidak berbelanja, atau link pencairan dana dari program yang tidak pernah diikuti.
Pesan seperti ini sering dibuat secara massal. Pelaku berharap sebagian penerima kebetulan merasa pesan tersebut relevan, lalu mengklik tautan yang dikirimkan.
Jangan langsung percaya hanya karena pesan membawa nama perusahaan besar. Cocokkan informasi yang diterima dengan riwayat transaksi, notifikasi pada aplikasi resmi, serta aktivitas pribadi Anda.
Langkah paling aman adalah tidak mengklik link tersebut. Jangan membalas dengan data pribadi, jangan meneruskan pesannya, dan jangan mengunduh file yang dikirimkan.
Pengguna dapat memblokir serta melaporkan akun atau pesan mencurigakan di WhatsApp. WhatsApp menyatakan bahwa pelaporan pesan, orang, atau akun bisnis membantu menjaga keamanan platform, sementara pengirim tidak diberi tahu bahwa dirinya telah dilaporkan.
Jika terlanjur membuka link, segera tutup halaman dan jangan masukkan data apa pun. Apabila sudah memasukkan kata sandi, PIN, atau kode verifikasi, segera ubah kredensial akun melalui aplikasi atau situs resmi. Untuk akun finansial, hubungi pihak bank atau penyedia layanan secepat mungkin agar akses mencurigakan dapat ditangani.
Link phishing di WhatsApp biasanya memanfaatkan rasa panik, rasa penasaran, dan kepercayaan korban terhadap nama besar suatu layanan. Ciri-cirinya dapat terlihat dari pesan yang mendesak, alamat situs yang aneh, permintaan data rahasia, serta pengirim yang mengaku sebagai pihak resmi tanpa prosedur yang wajar.
Kewaspadaan sederhana sebelum mengklik link merupakan bentuk perlindungan digital yang penting. Semakin banyak pengguna memeriksa sumber pesan, alamat tautan, dan tujuan permintaannya, semakin kecil peluang pelaku phishing memperoleh data pribadi atau mengambil alih akun.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media