Gadget . 01/09/2026, 12:57 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Beberapa kemampuan seperti menghapus objek dari foto, melakukan pencarian berdasarkan objek di layar, transkripsi suara, penerjemahan, hingga bantuan pengeditan foto mulai tersedia di perangkat yang bukan flagship.
Galaxy A56, misalnya, mendapatkan sejumlah fitur seperti Circle to Search, Object Eraser, Auto Trim, dan Best Face.
Google juga membawa sejumlah kemampuan AI Pixel ke lini yang lebih terjangkau. Pixel 9a bahkan mempunyai Gemini Nano dan berbagai fitur AI bawaan.
Strategi seperti itu menunjukkan bahwa fitur software premium tidak selalu lagi dikunci berdasarkan harga perangkat.
Dukungan software dahulu juga menjadi keuntungan besar membeli flagship.
Sekarang kondisinya berubah.
Galaxy A56 dijanjikan hingga enam generasi pembaruan sistem operasi dan enam tahun pembaruan keamanan. Pixel 9a bahkan mendapatkan tujuh tahun pembaruan OS, keamanan, dan Pixel Drop.
Untuk banyak pengguna, durasi tersebut sudah lebih panjang dibanding periode penggunaan smartphone mereka sendiri.
Artinya, alasan membeli flagship semata-mata demi mendapatkan software terbaru menjadi semakin sulit dipertahankan pada beberapa merek.
Meski secara sekilas mirip, flagship biasanya memiliki berbagai keunggulan kecil yang jika digabungkan menghasilkan pengalaman lebih lengkap.
Motor getar bisa lebih presisi. Speaker lebih baik. GPS lebih akurat. Modem seluler lebih canggih. Kecepatan USB lebih tinggi. Wireless charging lebih cepat. Sensor sidik jari lebih baik. RAM dan penyimpanan juga bisa menggunakan teknologi lebih cepat.
Manajemen panas biasanya mendapat perhatian lebih besar karena chipset flagship menghasilkan performa tinggi.
Material bodi dan kualitas konstruksinya juga sering lebih premium.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media