Cyber . 01/09/2026, 11:12 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Tetapi aplikasi berat, game, atau aplikasi yang memiliki memory leak dapat lebih mudah mengalami penghentian proses apabila melewati batas yang diterapkan.
Karena itulah dampak Android 17 kemungkinan juga akan bergantung pada kesiapan pengembang.
Google menyediakan sejumlah mekanisme diagnostik yang memungkinkan developer mengetahui apakah aplikasinya dihentikan akibat Memory Limiter. Android juga menyediakan alat profiling agar penggunaan heap dan penyebab konsumsi RAM dapat dianalisis.
Perubahan Android 17 tidak berhenti pada sistem operasi.
Google Play juga mulai memperketat perhatian terhadap penggunaan memori aplikasi.
Mulai Februari 2027, Google Play berencana menerapkan persyaratan performa terkait penggunaan dynamic memory, bitmap, dan optimasi kode. Data penggunaan memori tersebut dapat dipantau pengembang melalui Android vitals di Play Console.
Langkah ini berarti pengembang mempunyai tekanan tambahan untuk memastikan aplikasinya tidak terlalu boros RAM.
Optimasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memperbaiki memory leak, mengurangi alokasi objek yang tidak diperlukan, mengoptimalkan pemrosesan gambar hingga menghapus kode dan resource yang sebenarnya tidak digunakan.
Google bahkan terus mendorong penggunaan R8 Optimizer untuk memperkecil jejak kode aplikasi di memori.
Munculnya pembatasan RAM pada Android 17 bukan berarti kapasitas RAM besar menjadi tidak penting.
HP dengan RAM lebih besar tetap mempunyai keuntungan ketika menjalankan banyak aplikasi sekaligus, memainkan game berat, melakukan pengeditan video, atau menggunakan fitur berbasis kecerdasan buatan.
Yang berubah adalah cara Android memastikan aplikasi menggunakan sumber daya tersebut dengan lebih bertanggung jawab.
Sebuah aplikasi tidak seharusnya bebas menggunakan RAM dalam jumlah berlebihan hanya karena perangkat memiliki kapasitas memori yang besar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media