Cyber . 01/09/2026, 11:32 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Namun, performa HP ditentukan oleh banyak komponen sekaligus.
Kecepatan prosesor, kapasitas dan kecepatan RAM, jenis penyimpanan internal, kondisi baterai, suhu perangkat, aplikasi yang terpasang, serta optimasi antarmuka buatan produsen semuanya ikut menentukan pengalaman penggunaan.
HP lama dengan penyimpanan eMMC yang sudah lambat, RAM kecil, serta prosesor berusia beberapa tahun tidak tiba-tiba memiliki performa setara perangkat baru hanya karena ART diperbarui.
Dampaknya kemungkinan lebih halus.
Aplikasi tertentu mungkin sedikit lebih stabil. Pengelolaan memori dapat menjadi lebih baik. Beban CPU akibat garbage collection dapat berkurang, sementara kemungkinan tersendat pada kondisi tertentu juga dapat menurun.
Jadi, istilah yang lebih tepat bukan "HP lama menjadi jauh lebih cepat", melainkan "sebagian proses sistem dapat bekerja lebih efisien".
Efek Android 17 terhadap HP lama bahkan dapat datang secara tidak langsung.
Google sedang meningkatkan tuntutan terhadap developer agar aplikasi menggunakan memori dengan lebih efisien.
Google Play memperkenalkan parameter kualitas baru yang menilai penggunaan memori aplikasi. Mulai Februari 2027, penggunaan memori dinamis, bitmap, serta optimalisasi kode akan menjadi bagian dari parameter yang digunakan Google Play untuk menilai perilaku aplikasi.
Developer juga didorong menggunakan optimasi seperti R8 untuk mengurangi kode dan sumber daya yang sebenarnya tidak diperlukan aplikasi.
Dampaknya berpotensi menjangkau lebih luas daripada Android 17 sendiri.
Jika developer membuat aplikasi lebih ringan agar memenuhi tuntutan Android dan Google Play terbaru, versi aplikasi tersebut juga dapat digunakan pada banyak HP lama.
Inilah salah satu alasan perkembangan Android terbaru terkadang memberikan keuntungan tidak langsung kepada perangkat generasi sebelumnya.
Bukan karena sistem operasinya diperbarui, melainkan karena ekosistem aplikasinya ikut berubah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media