Gadget . 31/08/2026, 14:05 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Smartphone modern sudah kehilangan banyak komponen yang dahulu dianggap penting. Tombol Home menghilang dari sebagian besar perangkat, jack audio 3,5 mm semakin jarang ditemukan, dan kartu SIM fisik mulai dapat digantikan eSIM. Kini, komponen lain yang berpotensi mengalami nasib serupa adalah tombol fisik.
Sejumlah produsen telah mengeksplorasi smartphone yang mengganti tombol mekanis dengan sensor tekanan, permukaan kapasitif, dan haptic feedback. Konsepnya sederhana, pengguna tetap dapat menekan bagian samping smartphone untuk mengatur volume atau menjalankan fungsi tertentu, tetapi sebenarnya tidak ada tombol yang bergerak masuk dan keluar.
Teknologi tersebut bahkan bukan sekadar konsep di atas kertas. Vivo pernah memperlihatkan Apex 2019 Concept yang menggunakan area sensitif tekanan sebagai pengganti tombol konvensional. Teknologi serupa juga digunakan sebagai tombol tambahan pada sejumlah smartphone gaming.
Xiaomi juga pernah dilaporkan mengembangkan smartphone berkode Zhuque tanpa tombol power dan volume fisik. Sementara itu, rumor pada 2026 kembali menyebut Apple sedang menguji sistem tombol solid-state dengan haptic feedback untuk perangkat masa depan.
Namun, menghilangkan tombol ternyata jauh lebih rumit daripada sekadar mengganti sakelar mekanis dengan sensor.
Tombol smartphone yang digunakan sekarang pada dasarnya merupakan sakelar mekanis. Ketika tombol volume ditekan, misalnya, bagian tombol bergerak dan mengaktifkan mekanisme di dalam perangkat.
Smartphone tanpa tombol mekanis dapat menggantinya dengan sensor kapasitif atau sensor tekanan yang ditempatkan di balik bingkai perangkat.
Ketika jari menekan area tertentu, sensor mendeteksi sentuhan atau perubahan tekanan. Sistem kemudian memberikan perintah kepada smartphone untuk menaikkan volume, menurunkan volume, mengunci layar, atau menjalankan fungsi lainnya.
Masalahnya, permukaan yang tidak bergerak tidak memberikan sensasi "klik" seperti tombol biasa.
Di sinilah haptic feedback digunakan.
Motor getar atau aktuator haptik dapat menghasilkan getaran sangat singkat ketika sensor ditekan. Otak dan jari kemudian memperoleh sensasi seolah-olah terdapat tombol yang benar-benar bergerak.
Prinsip serupa sebenarnya sudah lama digunakan pada perangkat elektronik.
Apple, misalnya, mengganti tombol Home mekanis pada iPhone 7 dengan tombol solid-state. Tombol tersebut sebenarnya tidak bergerak ketika ditekan. Taptic Engine menghasilkan getaran yang membuat pengguna merasakan sensasi seperti sedang menekan tombol sungguhan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media