Cyber

HP Mendengarkan Percakapan untuk Menampilkan Iklan, Mitos atau Fakta?

Pernahkah Anda membicarakan suatu produk bersama teman, lalu beberapa saat kemudian iklan mengenai produk tersebut muncul di Instagram, Facebook, YouTube

HP Mendengarkan Percakapan untuk Menampilkan Iklan, Mitos atau Fakta?
HP Mendengarkan Percakapan, Ilustrasi: DALL·E 3

Izin mikrofon setiap aplikasi juga dapat diperiksa melalui Settings, kemudian Privacy & Security, lalu Microphone.

Aplikasi yang tidak mempunyai alasan jelas untuk menggunakan mikrofon sebaiknya tidak diberikan izin tersebut.

Penutup

Jadi, apakah HP benar-benar mendengarkan percakapan untuk menampilkan iklan?

Secara teknis, aplikasi memang dapat menggunakan mikrofon apabila mendapatkan izin. Bahkan pernah muncul kontroversi mengenai teknologi periklanan yang diklaim berkaitan dengan data suara.

Namun, berdasarkan penelitian independen dan mekanisme sistem operasi modern, belum terdapat bukti kuat bahwa perusahaan periklanan besar secara rutin merekam seluruh percakapan pengguna melalui mikrofon smartphone untuk menentukan iklan.

Penjelasan yang jauh lebih masuk akal adalah sistem periklanan modern sudah mempunyai begitu banyak data mengenai aktivitas pengguna sehingga dapat memprediksi minat dengan tingkat ketepatan yang terkadang terasa menyeramkan.

Riwayat pencarian, lokasi, perilaku browsing, aplikasi yang digunakan, interaksi media sosial, aktivitas belanja, dan hubungan antarperangkat dapat memberikan informasi yang sangat kaya.

Ironisnya, teknologi periklanan mungkin tidak perlu mendengarkan percakapan kita untuk mengetahui apa yang sedang kita inginkan.

Data digital yang kita hasilkan setiap hari sudah dapat mengatakan banyak hal.

Referensi:

Panoptispy: Characterizing Audio and Video Exfiltration from Android Applications - Proceedings on Privacy Enhancing Technologies

Is Your Smartphone Spying on You? - Northeastern Global News

Here's the Pitch Deck for 'Active Listening' Ad Targeting - 404 Media

CMG Responds to Reports About Discontinued Active Listening Product - Cox Media Group

Berita Terkait