Cyber . 30/08/2026, 16:07 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Ada beberapa syarat yang harus terpenuhi.
Aplikasi harus menggunakan library jaringan yang telah mendukung ECH. Server atau website tujuan juga harus mendukung protokol tersebut.
Google menyebut library jaringan seperti HttpEngine, WebView, dan OkHttp sebagai contoh komponen yang dapat mengintegrasikan dukungan ECH.
Karena implementasinya bergantung pada library dan server, penerapan ECH kemungkinan berlangsung bertahap seiring semakin banyak aplikasi dan penyedia layanan internet mengadopsinya.
ECH bukan satu-satunya teknologi yang diperlukan untuk menyembunyikan tujuan koneksi.
Masalah lainnya terdapat pada DNS.
Ketika pengguna mengetik alamat website, perangkat biasanya harus mencari alamat IP yang berhubungan dengan domain tersebut melalui DNS.
Apabila permintaan DNS dikirim tanpa enkripsi, nama domain masih dapat diketahui melalui permintaan DNS meskipun TLS sudah menggunakan ECH.
Karena itu, Google menjelaskan bahwa ECH bekerja bersama teknologi Private DNS untuk meningkatkan perlindungan metadata.
RFC 9849 juga menegaskan bahwa ECH sendiri tidak cukup untuk menyembunyikan identitas server sepenuhnya.
Teknologi seperti DNS over HTTPS, DNS over TLS, atau DNS over QUIC diperlukan untuk mengurangi kebocoran informasi melalui proses DNS.
Kombinasi encrypted DNS dan ECH memberikan perlindungan yang jauh lebih lengkap.
DNS terenkripsi berusaha menyembunyikan proses pencarian alamat domain, sedangkan ECH menyembunyikan informasi domain dalam TLS ClientHello.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media