Tips n Trik

Charger USB-C Bisa Mengisi Laptop tetapi Sangat Lambat, Apa Penyebabnya?

USB-C semakin umum digunakan sebagai konektor pengisian daya laptop. Satu charger bahkan dapat digunakan untuk mengisi berbagai perangkat, mulai dari

Charger USB-C Bisa Mengisi Laptop tetapi Sangat Lambat, Apa Penyebabnya?
ilustrasi Charger USB-C Laptop, Ilustrasi: DALL·E 3

Jika baterai berhenti atau melambat pada persentase tertentu, periksa aplikasi pengelola perangkat atau pengaturan BIOS untuk memastikan tidak ada fitur perlindungan baterai yang sedang aktif.

Port atau Kabel yang Bermasalah Juga Perlu Diperiksa

Debu, konektor longgar, kabel yang rusak, atau port USB-C yang sudah aus dapat menyebabkan koneksi daya tidak bekerja optimal.

Microsoft menyebut kotoran di dalam port USB-C sebagai salah satu kemungkinan penyebab charger tidak terhubung secara sempurna.

Jika masalah muncul secara tiba-tiba padahal sebelumnya charger yang sama dapat digunakan dengan normal, coba periksa kabel dan port.

Pengujian menggunakan kabel USB-C lain yang memiliki spesifikasi daya sesuai kebutuhan laptop dapat membantu menentukan apakah masalah berasal dari kabel.

Cara Mengetahui Charger USB-C yang Cocok

Cara paling aman adalah menjadikan charger bawaan laptop sebagai acuan.

Periksa berapa watt adaptor bawaan, kemudian cari charger USB-C Power Delivery dengan daya yang sama atau lebih tinggi dan mendukung kebutuhan laptop.

Kabel yang digunakan juga harus memiliki kemampuan daya yang sesuai.

Sebagai contoh, jika laptop membutuhkan 65 watt, menggunakan charger USB PD 65 watt atau lebih tinggi dengan kabel yang mendukung daya tersebut merupakan pilihan yang lebih tepat dibandingkan menggunakan charger smartphone berdaya rendah.

Charger dengan kemampuan watt lebih tinggi pada umumnya tidak berarti laptop akan dipaksa menerima seluruh daya tersebut. Dalam sistem USB Power Delivery yang kompatibel, perangkat dan sumber daya melakukan negosiasi untuk menentukan daya yang digunakan.

Penutup

Charger USB-C yang dapat mengisi laptop tetapi terasa sangat lambat belum tentu mengalami kerusakan. Penyebab paling umum adalah daya charger lebih rendah daripada kebutuhan laptop, kemampuan kabel tidak mencukupi, charger sedang membagi daya ke perangkat lain, atau laptop sedang mengonsumsi daya besar.

Teknologi USB Power Delivery membuat pengisian melalui USB-C jauh lebih fleksibel, bahkan standar USB PD modern memungkinkan penyaluran daya hingga 240 watt pada konfigurasi yang memenuhi persyaratan. Namun, kecepatan pengisian tetap ditentukan oleh kemampuan seluruh rantai perangkat, bukan hanya bentuk konektornya.

Berita Terkait