Tips n Trik . 26/08/2026, 11:16 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Sebagai contoh, charger 100 watt yang digunakan bersama kabel dengan kemampuan maksimum 60 watt tidak dapat begitu saja memberikan 100 watt kepada laptop.
Karena itu, tiga komponen harus sesuai secara bersamaan, yaitu laptop, charger, dan kabel.
Kecepatan pengisian baterai juga ditentukan oleh berapa banyak energi yang sedang digunakan laptop.
Misalnya, charger memasok daya 65 watt. Pada saat yang sama, prosesor, layar, GPU, SSD, kipas, dan perangkat lain mungkin menggunakan sebagian besar daya tersebut.
Akibatnya, hanya sebagian kecil energi yang tersisa untuk mengisi baterai.
Kondisi ini dapat terlihat ketika laptop digunakan untuk aktivitas berat seperti bermain game, rendering video, menjalankan aplikasi 3D, atau pekerjaan komputasi lainnya.
Karena itu, baterai dapat terisi lebih cepat saat laptop dalam keadaan sleep atau dimatikan dibandingkan ketika digunakan untuk pekerjaan berat.
Microsoft juga menyarankan pengisian ketika komputer sedang sleep atau dimatikan sebagai salah satu cara mempercepat pengisian pada PC yang mengalami pengisian lambat.
Banyak charger USB-C modern memiliki dua, tiga, atau bahkan empat port.
Angka yang tertulis pada charger biasanya menunjukkan daya maksimum keseluruhan atau daya maksimum pada konfigurasi tertentu. Ketika beberapa perangkat dihubungkan secara bersamaan, daya dapat dibagi di antara port.
Sebagai contoh, sebuah charger mungkin mampu menghasilkan daya maksimum 100 watt ketika hanya satu port digunakan. Setelah smartphone atau perangkat lain dipasang pada port kedua, daya yang tersedia untuk laptop dapat berkurang.
Pembagian tersebut bergantung pada desain masing-masing charger.
Karena itu, jika laptop tiba-tiba mengisi lebih lambat ketika perangkat lain dipasang pada charger yang sama, pembagian daya menjadi salah satu hal pertama yang perlu diperiksa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media