Tips n Trik . 26/08/2026, 11:16 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Charger harus mendukung profil USB PD yang dibutuhkan laptop. Karena itu, charger USB-C yang dirancang untuk smartphone belum tentu ideal untuk mengisi laptop meskipun konektornya cocok.
Hal pertama yang perlu diperiksa ketika laptop mengisi daya terlalu lambat adalah kapasitas watt charger.
Informasi tersebut biasanya tercantum pada bodi charger. Misalnya:
65W
100W
140W
Angka tersebut menunjukkan daya maksimum yang dapat diberikan charger dalam kondisi tertentu.
Kemudian periksa spesifikasi adaptor bawaan laptop. Jika adaptor asli memiliki daya 65 watt, menggunakan charger USB-C 20 watt kemungkinan akan menghasilkan pengisian yang jauh lebih lambat.
Bahkan ada laptop yang menampilkan peringatan seperti "Slow Charger" atau informasi bahwa adaptor yang terhubung tidak mampu menyediakan daya yang direkomendasikan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah mengganti charger dengan model berdaya besar tetapi tetap menggunakan sembarang kabel USB-C.
Padahal, kabel merupakan bagian penting dalam sistem USB Power Delivery.
USB-IF memiliki penandaan kemampuan daya pada kabel USB-C bersertifikasi, termasuk kabel dengan kemampuan 60 watt dan 240 watt.
Artinya, jika charger mampu menghasilkan daya tinggi tetapi kabel hanya mendukung daya yang lebih rendah, kemampuan charger tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media