Tips n Trik . 25/08/2026, 13:29 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Jika nomor benar-benar diambil alih melalui SIM swap, penyerang berpotensi menerima kode verifikasi yang dikirim melalui SMS.
FTC mengingatkan bahwa autentikasi melalui SMS memiliki kelemahan terhadap serangan SIM swap. Karena itu, untuk akun sensitif, aplikasi autentikator atau security key dapat menjadi pilihan autentikasi yang lebih kuat apabila layanan mendukungnya.
Sebaliknya, caller ID spoofing biasa tidak secara otomatis memberi penipu kemampuan menerima SMS, OTP, atau panggilan yang masuk ke nomor asli.
Keberhasilan modus ini sangat bergantung pada psikologi manusia.
Orang secara alami lebih mungkin percaya ketika melihat sesuatu yang sudah dikenal. Ketika nama anggota keluarga muncul di layar, tingkat kewaspadaan dapat langsung berkurang.
Penipu dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan membuat situasi mendesak.
Misalnya, penelepon mengaku sedang mengalami kecelakaan, kehilangan dompet, terkena masalah hukum, atau membutuhkan uang dengan segera.
Dalam skenario lain, nomor yang dipalsukan dapat menyerupai nomor bank, kantor, kepolisian, perusahaan, atau institusi tertentu.
FTC pada Januari 2026 kembali mengingatkan bahwa penipu dapat memiliki informasi seperti nama, alamat, atau informasi akun seseorang. Mengetahui informasi tersebut tidak membuktikan bahwa penelepon benar-benar berasal dari institusi yang disebutkan.
Karena itu, semakin mendesak permintaan yang disampaikan penelepon, justru semakin penting untuk melakukan verifikasi secara terpisah.
Jika menerima panggilan mencurigakan dari nomor keluarga atau teman, jangan langsung mengikuti permintaan penelepon.
Akhiri panggilan terlebih dahulu.
Setelah itu, hubungi kembali orang tersebut menggunakan nomor yang selama ini tersimpan di kontak Anda. Anda juga dapat menggunakan saluran komunikasi lain yang sebelumnya memang sudah biasa digunakan, misalnya melakukan panggilan melalui aplikasi pesan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media