HP Sering Berpindah dari 5G ke 4G padahal Sinyal Kuat, Kenapa?
Jaringan 5G kini semakin mudah ditemukan pada smartphone kelas menengah hingga flagship. Namun, sebagian pengguna mungkin menemui kondisi ketika indikator
fin.co.id - Jaringan 5G kini semakin mudah ditemukan pada smartphone kelas menengah hingga flagship. Namun, sebagian pengguna mungkin menemui kondisi ketika indikator jaringan di bagian atas layar terus berubah dari 5G menjadi 4G atau LTE, kemudian kembali lagi ke 5G.
Hal tersebut bahkan dapat terjadi ketika indikator sinyal terlihat penuh atau hampir penuh. Akibatnya, pengguna mungkin mengira ada masalah pada antena HP, kartu SIM, atau jaringan operator.
Padahal, perpindahan antara 5G dan 4G tidak selalu menandakan adanya kerusakan. Smartphone modern secara otomatis memilih koneksi yang dianggap paling sesuai berdasarkan kondisi jaringan, kualitas sinyal, kebutuhan data, konsumsi daya, hingga konfigurasi yang diterapkan operator.
Google menjelaskan bahwa ketika layanan 5G tidak tersedia atau tidak dapat digunakan dengan baik, perangkat Pixel yang mendukung 5G dapat kembali menggunakan 4G atau jaringan yang lebih rendah. Ikon sinyal juga tidak selalu menggambarkan secara lengkap kondisi koneksi data yang sedang diterima perangkat. (Google Help)
Baca Juga
Sinyal Penuh Tidak Selalu Berarti Kualitas 5G Bagus
Salah satu kesalahpahaman yang cukup umum adalah menganggap jumlah bar sinyal sebagai satu-satunya indikator kualitas jaringan.
Padahal, sistem komunikasi seluler menggunakan beberapa parameter untuk menentukan kualitas koneksi. Dalam jaringan 5G terdapat pengukuran seperti RSRP, RSRQ, RSSI, dan SINR.
Secara sederhana, RSRP berkaitan dengan kekuatan sinyal referensi yang diterima perangkat. Sementara itu, RSRQ membantu menggambarkan kualitas sinyal, sedangkan SINR memperhitungkan perbandingan antara sinyal yang diinginkan dengan gangguan dan noise.
Karena itu, smartphone bisa menerima sinyal yang relatif kuat tetapi pada saat bersamaan menghadapi interferensi cukup tinggi. Kondisi tersebut dapat membuat kualitas koneksi 5G kurang optimal.
Keysight menjelaskan bahwa parameter seperti RSRP, RSRQ, RSSI, dan SINR digunakan perangkat untuk berbagai proses jaringan, termasuk pemilihan sel, pemilihan ulang sel, mobilitas, pengendalian daya, dan pengelolaan beam pada jaringan 5G. (Keysight Help Files)
Baca Juga
Artinya, keputusan HP berpindah jaringan jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar melihat apakah indikator sinyal menunjukkan empat atau lima bar.
HP Bisa Memilih 4G karena Lebih Stabil
Smartphone tidak selalu mempertahankan 5G hanya karena jaringan tersebut tersedia.
Pada kondisi tertentu, jaringan LTE atau 4G mungkin memberikan koneksi yang lebih stabil. Sistem pada smartphone dan jaringan operator dapat memutuskan bahwa mempertahankan 5G tidak memberikan keuntungan yang cukup besar dibandingkan menggunakan LTE.
Apple, misalnya, menyediakan fitur 5G Auto pada iPhone. Dalam pengaturan tersebut, perangkat dapat beralih otomatis ke LTE ketika koneksi 5G tidak memberikan peningkatan pengalaman yang berarti. Tujuannya antara lain membantu mengoptimalkan penggunaan baterai. (Apple Support)