Tips n Trik . 23/08/2026, 11:35 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Ada satu kondisi yang sebenarnya normal tetapi sering dianggap sebagai kerusakan, yaitu pengisian melambat ketika baterai mendekati penuh.
Teknologi lithium-ion tidak mempertahankan arus maksimum sampai baterai mencapai 100 persen. Ketika tegangan baterai mendekati batas yang ditentukan, sistem secara bertahap mengurangi arus.
Prinsip tersebut membantu mengendalikan panas dan menjaga proses pengisian tetap berada dalam parameter yang dirancang untuk baterai.
Karena itu, baterai yang naik cepat dari 20 persen ke 70 persen tetapi terasa lebih lambat ketika bergerak dari sekitar 80 persen menuju 100 persen belum tentu bermasalah. Perilaku seperti ini merupakan bagian dari mekanisme pengisian baterai lithium-ion. (Battery University)
Smartphone generasi baru semakin banyak menggunakan fitur perlindungan baterai.
Sistem dapat menunda atau membatasi pengisian pada persentase tertentu untuk mengurangi waktu baterai berada dalam kondisi penuh. Akibatnya, pengguna mungkin mengira baterai tidak kunjung penuh.
Apple, misalnya, memiliki Optimized Battery Charging dan batas pengisian pada model tertentu. Sistem dapat menunda penyelesaian pengisian berdasarkan pola penggunaan atau batas yang dipilih pengguna. (Apple Support)
Produsen Android juga memiliki fitur serupa dengan nama yang berbeda. Karena itu, periksa menu baterai jika pengisian sering berhenti pada persentase tertentu.
Langkah pertama adalah mencoba adaptor dan kabel lain yang diketahui berfungsi dengan baik serta kompatibel dengan perangkat.
Setelah itu, periksa port pengisian dan pastikan tidak ada debu atau benda asing. Coba pula mengisi HP langsung dari stopkontak, bukan melalui port USB komputer.
Selama pengujian, matikan layar dan jangan menjalankan game, kamera, navigasi, atau aplikasi berat. Jika HP panas, biarkan temperaturnya turun terlebih dahulu.
Pengaturan fast charging dan fitur perlindungan baterai juga perlu diperiksa. Nama menu dapat berbeda tergantung merek dan versi sistem operasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media