Penyebab Sensor Sidik Jari Tidak Bisa Mengenali Sidik yang Sudah Didaftarkan
Sensor sidik jari menjadi salah satu fitur keamanan yang paling sering digunakan pada HP. Selain untuk membuka kunci layar, fitur ini juga dapat dipakai untuk
fin.co.id - Sensor sidik jari menjadi salah satu fitur keamanan yang paling sering digunakan pada HP. Selain untuk membuka kunci layar, fitur ini juga dapat dipakai untuk mengakses aplikasi tertentu, melakukan autentikasi, atau mengonfirmasi transaksi. Namun, ada kalanya sensor tiba-tiba tidak mengenali sidik jari yang sebelumnya sudah berhasil didaftarkan.
Kondisi tersebut belum tentu berarti sensor sidik jari mengalami kerusakan. Ada sejumlah faktor sederhana yang dapat membuat sistem gagal membaca pola sidik jari, mulai dari kondisi jari hingga perubahan pada perangkat lunak HP.
Jari Terlalu Basah Atau Berminyak
Salah satu penyebab paling umum adalah kondisi permukaan jari. Air, keringat, minyak, lotion, atau kotoran dapat mengganggu proses pembacaan pola sidik jari.
Baca Juga
Sensor membutuhkan perbedaan karakteristik tertentu pada permukaan jari untuk mencocokkannya dengan data biometrik yang tersimpan. Jika permukaan jari terlalu basah atau berminyak, hasil pembacaan dapat menjadi kurang jelas.
Coba bersihkan dan keringkan jari terlebih dahulu sebelum kembali menempelkan jari pada sensor.
Jari Terlalu Kering
Masalah yang berlawanan juga bisa terjadi. Jari yang sangat kering dapat membuat pola sidik jari tidak terbaca dengan optimal, terutama pada sensor tertentu.
Kulit yang terlalu kering dapat membuat kontak antara jari dan permukaan sensor menjadi kurang sempurna. Kondisi ini biasanya lebih terasa ketika seseorang berada di ruangan dingin atau mengalami kulit tangan yang kering.
Baca Juga
Jika sensor sesekali gagal membaca sidik jari tetapi kembali normal setelah beberapa percobaan, kondisi jari bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Posisi Jari Berubah
Saat mendaftarkan sidik jari, sistem biasanya mengambil beberapa bagian pola sidik jari dari berbagai posisi. Ketika membuka HP, pengguna terkadang hanya menempelkan sebagian kecil jari atau menempatkannya pada posisi yang berbeda.
Akibatnya, sensor mendapatkan informasi yang tidak cukup untuk mencocokkan sidik jari dengan data yang tersimpan.
Cobalah menempelkan bagian jari yang sama seperti ketika proses pendaftaran dilakukan. Jangan hanya menggunakan ujung jari jika sebelumnya area tengah sidik jari yang banyak direkam.