Tips n Trik . 20/08/2026, 14:11 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Yang lebih penting adalah memahami kapan akses tersebut aktif dan informasi apa yang diberikan kepada AI.
Prinsipnya sama seperti ketika seseorang melakukan screen sharing kepada orang lain. Sebelum membagikan layar, pengguna seharusnya memastikan tidak ada informasi rahasia yang sedang terbuka.
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan.
Pertama, tutup aplikasi perbankan, email, percakapan pribadi, dan pengelola password sebelum mengaktifkan fitur AI berbasis layar.
Kedua, jangan memasukkan password atau PIN ketika layar sedang dibagikan kepada AI jika tidak benar-benar diperlukan.
Ketiga, hindari menampilkan kode OTP, recovery code, atau kunci keamanan.
Keempat, gunakan akses terbatas apabila layanan menyediakan pilihan tersebut.
Kelima, periksa izin aplikasi dan cabut akses yang tidak lagi diperlukan.
Keenam, jangan menganggap semua informasi yang muncul sesaat di layar sebagai sesuatu yang tidak penting. Bahkan notifikasi kecil dapat berisi informasi pribadi.
Kemampuan AI memahami layar menunjukkan bahwa cara manusia berinteraksi dengan perangkat sedang berubah.
Dulu, risiko privasi lebih banyak dikaitkan dengan kamera, mikrofon, aplikasi, dan layanan internet. Kini, konteks visual layar juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Kemampuan computer vision memang memberikan manfaat besar. AI dapat memahami objek dan teks pada layar sehingga mampu memberikan bantuan yang lebih kontekstual.
Namun, kemampuan memahami konteks tersebut juga berarti AI berpotensi mengetahui lebih banyak informasi daripada yang sengaja diketik pengguna dalam percakapan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media