Tips n Trik . 18/08/2026, 10:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Posisi laptop saat digunakan juga berpengaruh terhadap temperatur.
Meletakkan laptop di atas kasur, selimut, sofa, atau permukaan empuk dapat menutup sebagian ventilasi udara. Akibatnya, udara panas lebih sulit keluar dan udara yang lebih dingin sulit masuk.
Laptop sebaiknya digunakan di atas permukaan yang keras dan datar.
Meja merupakan pilihan yang lebih baik karena memberikan ruang bagi ventilasi untuk bekerja sebagaimana mestinya.
Laptop akan menghasilkan panas lebih banyak ketika digunakan untuk pekerjaan berat.
Contohnya adalah bermain game, rendering video, menjalankan aplikasi desain, mengolah data dalam jumlah besar, atau menggunakan banyak aplikasi secara bersamaan.
Game modern, misalnya, dapat membuat prosesor dan GPU bekerja dengan beban tinggi selama periode yang panjang.
Dalam kondisi seperti ini, peningkatan suhu sebenarnya merupakan hal yang wajar. Yang perlu diperhatikan adalah apakah suhu tetap berada dalam batas operasi yang dirancang oleh produsen dan apakah sistem pendingin mampu mempertahankannya.
Laptop yang terlihat hanya menjalankan satu aplikasi belum tentu benar-benar bekerja ringan.
Sejumlah program dapat berjalan di latar belakang, termasuk aplikasi sinkronisasi cloud, pembaruan perangkat lunak, browser dengan banyak tab, antivirus, launcher game, dan berbagai layanan sistem.
Jika penggunaan CPU terus tinggi ketika laptop seharusnya sedang dalam kondisi ringan, pengguna dapat memeriksa Task Manager pada Windows untuk melihat aplikasi yang menggunakan sumber daya paling besar.
Menutup aplikasi yang tidak diperlukan dapat mengurangi beban prosesor dan membantu menurunkan produksi panas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media