Cyber . 18/08/2026, 10:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - AI tidak lagi hanya bekerja dengan teks yang diketik pengguna. Teknologi AI multimodal kini memungkinkan sistem memahami gambar, kamera, dokumen, hingga tampilan layar komputer. Dengan kemampuan tersebut, pengguna dapat meminta AI menjelaskan isi halaman web, membaca grafik, memahami pesan error, atau memberikan panduan berdasarkan apa yang sedang tampil di layar.
Kemampuan ini terdengar praktis. Namun, muncul pertanyaan penting: jika AI bisa melihat layar HP dan laptop, apakah data pribadi yang ikut terlihat juga bisa diketahui oleh AI?
Jawabannya, privasi masih bisa dilindungi, tetapi sangat bergantung pada bagaimana fitur tersebut bekerja, apa yang dibagikan pengguna, serta bagaimana penyedia AI memproses dan menyimpan data visual tersebut.
Kemampuan AI untuk melihat layar bukan lagi sekadar konsep masa depan. Microsoft, misalnya, menyediakan fitur Vision pada Microsoft 365 Copilot yang memungkinkan pengguna membagikan layar desktop dan bertanya mengenai apa yang sedang ditampilkan.
Copilot dapat menganalisis teks, gambar, grafik, tabel, dashboard, hingga antarmuka aplikasi yang terlihat di layar. Pengguna kemudian bisa meminta penjelasan atau panduan berdasarkan tampilan tersebut.
Pada perangkat seluler, kemampuan serupa dapat digunakan melalui kamera. Pengguna dapat mengarahkan kamera ke sebuah benda atau masalah tertentu, kemudian meminta AI membantu menjelaskan apa yang dilihatnya.
Artinya, AI secara teknis memang dapat memperoleh informasi visual yang sebelumnya hanya bisa dipahami manusia dengan melihat layar atau menggunakan kamera.
Namun, ada perbedaan penting antara "AI bisa melihat layar" dan "AI bebas melihat semua isi perangkat".
Pada fitur seperti Microsoft 365 Copilot Vision, pengguna harus memulai proses berbagi layar. Microsoft menjelaskan bahwa input visual tersebut diproses selama sesi aktif dan pengguna dapat menghentikan pembagian layar kapan saja.
Masalah privasi sebenarnya bukan terletak pada kemampuan AI melihat layar, melainkan pada informasi yang kebetulan berada di dalam layar tersebut.
Bayangkan seseorang sedang menggunakan AI untuk mencari tahu mengapa sebuah aplikasi mengalami error. Pengguna kemudian membagikan seluruh layar laptop.
Pada saat yang sama, layar tersebut mungkin menampilkan email, nama lengkap, nomor telepon, alamat, dokumen pekerjaan, percakapan pribadi, atau informasi akun.
AI tidak perlu secara khusus diminta untuk membaca semua informasi tersebut agar informasi itu masuk ke dalam konteks visual yang dibagikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media