Cyber . 18/08/2026, 10:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga privasi ketika menggunakan AI vision.
Pertama, periksa apa yang sedang terlihat sebelum menekan tombol berbagi layar.
Kedua, jika tersedia, pilih berbagi satu jendela aplikasi daripada seluruh desktop.
Ketiga, tutup halaman yang berisi password, informasi perbankan, dokumen pribadi, atau data pekerjaan yang bersifat rahasia.
Keempat, hentikan screen sharing segera setelah kebutuhan selesai.
Kelima, periksa pengaturan privasi dan kebijakan penyimpanan layanan AI yang digunakan.
Keenam, jangan memasukkan data rahasia ke dalam AI hanya karena sistem tersebut mampu membacanya.
Teknologi AI memang semakin pintar, tetapi pengguna tetap menjadi bagian penting dari sistem keamanan.
Kemampuan AI untuk melihat layar HP dan laptop merupakan salah satu perkembangan penting dalam evolusi AI multimodal. AI kini tidak hanya menerima teks, tetapi dapat memahami informasi visual dan menggunakannya untuk memberikan bantuan yang lebih kontekstual.
Teknologi tersebut dapat membuat komputer dan smartphone terasa lebih mudah digunakan. Pengguna dapat menunjukkan masalah secara langsung tanpa harus menjelaskan semuanya melalui teks.
Namun, semakin besar kemampuan AI dalam memahami layar, semakin besar pula tanggung jawab pengguna dalam menentukan informasi apa yang diberikan.
Jadi, pertanyaan "apakah privasimu masih aman?" tidak memiliki jawaban mutlak.
Privasi sangat bergantung pada desain layanan AI, mekanisme pemrosesan data, pengaturan yang tersedia, dan terutama tindakan pengguna. Teknologi seperti pemrosesan di perangkat dan sistem cloud yang dirancang dengan perlindungan privasi menunjukkan bahwa kemampuan AI dan perlindungan data sebenarnya dapat berjalan bersamaan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media