Cyber . 17/08/2026, 15:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Internet cepat kini sudah menjadi kebutuhan penting, bukan lagi sekadar fasilitas tambahan. Untuk bekerja, belajar, menonton video, bermain game, melakukan video call, hingga menjalankan bisnis, koneksi internet yang stabil sangat dibutuhkan. Masalahnya, belum semua wilayah memiliki akses fiber optik.
Di kota besar, jaringan fiber optik relatif mudah ditemukan. Namun, kondisinya bisa berbeda di daerah pedesaan, pegunungan, kepulauan, atau wilayah yang jauh dari pusat kota. Pembangunan jaringan kabel membutuhkan infrastruktur, tiang, jalur distribusi, serta biaya yang tidak sedikit.
Dalam kondisi seperti ini, internet satelit dapat menjadi salah satu alternatif. Pengguna tidak harus menunggu kabel fiber optik menjangkau rumahnya karena koneksi internet dikirim melalui satelit yang berkomunikasi dengan perangkat antena di lokasi pengguna.
Salah satu layanan yang sudah masuk dan tersedia secara resmi di Indonesia adalah Starlink. Layanan milik SpaceX tersebut menggunakan jaringan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit untuk menyediakan akses internet di berbagai wilayah.
Internet fiber optik mengandalkan kabel serat optik yang membentang dari jaringan operator hingga mendekati atau langsung masuk ke lokasi pelanggan. Teknologi ini mampu memberikan koneksi cepat dengan latensi rendah, tetapi pembangunan infrastrukturnya membutuhkan jaringan fisik yang harus menjangkau wilayah pengguna.
Internet satelit menggunakan pendekatan yang berbeda. Data dikirim dari perangkat pengguna menuju antena Starlink, kemudian diteruskan melalui jaringan satelit sebelum terhubung ke jaringan internet.
Karena tidak membutuhkan kabel fiber yang ditarik sampai ke rumah, teknologi ini memiliki keunggulan untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan kabel.
Konsep tersebut sebenarnya bukan teknologi baru. Internet satelit telah digunakan selama bertahun-tahun. Namun, teknologi satelit generasi baru seperti Starlink membawa perubahan besar karena menggunakan satelit yang berada jauh lebih dekat dengan Bumi dibandingkan satelit geostasioner tradisional.
Bagi masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses fiber optik, Starlink menjadi salah satu pilihan yang menarik karena layanannya telah tersedia di Indonesia.
Starlink merupakan layanan internet satelit yang dikembangkan oleh SpaceX. Berbeda dengan layanan satelit tradisional yang umumnya menggunakan satelit geostasioner pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer, Starlink menggunakan ribuan satelit yang beroperasi di orbit rendah Bumi.
Jarak satelit yang lebih dekat tersebut membantu mengurangi waktu perjalanan sinyal. Inilah salah satu alasan mengapa internet berbasis Starlink dapat menawarkan latensi yang jauh lebih rendah dibandingkan internet satelit tradisional.
Starlink menyediakan perangkat berupa antena yang dipasang di lokasi pengguna. Antena tersebut harus memiliki pandangan yang cukup terbuka ke langit agar dapat berkomunikasi dengan satelit.
Setelah perangkat terpasang dan terhubung, pengguna dapat menggunakan koneksi internet melalui jaringan Wi-Fi yang disediakan perangkat Starlink.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media