Cyber . 17/08/2026, 12:00 WIB

Smart Home Mulai Masuk Rumah Indonesia, Apakah Benar-Benar Berguna?

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

Bayangkan seseorang sedang berbaring dan lupa mematikan lampu ruang tamu. Dengan smart bulb, lampu tersebut dapat dimatikan melalui smartphone tanpa harus bangun.

Hal serupa berlaku untuk AC dan perangkat elektronik lainnya. Smart plug misalnya, dapat digunakan untuk mengatur kapan perangkat tertentu mendapatkan aliran listrik.

Bagi rumah dengan aktivitas yang cukup padat, otomatisasi sederhana seperti ini dapat mengurangi pekerjaan kecil yang harus dilakukan berulang kali.

Penelitian mengenai adopsi smart home juga menunjukkan bahwa persepsi terhadap manfaat atau kegunaan merupakan salah satu faktor paling penting yang mendorong seseorang menggunakan teknologi IoT di rumah. Studi yang diterbitkan pada 2025 menemukan bahwa performance expectancy atau ekspektasi terhadap manfaat menjadi faktor paling signifikan dalam adopsi teknologi tersebut.

Keamanan Menjadi Salah Satu Alasan Terkuat

Smart home juga memiliki manfaat yang lebih serius daripada sekadar menyalakan lampu menggunakan smartphone.

Kamera keamanan yang terhubung internet dapat membantu penghuni memantau kondisi rumah ketika sedang berada di luar. Sensor pintu dan sensor gerak dapat memberikan pemberitahuan ketika terjadi aktivitas tertentu.

Sistem seperti ini tidak otomatis membuat rumah bebas dari risiko pencurian. Namun, kemampuan melakukan pemantauan dari jarak jauh dapat memberikan lapisan tambahan dalam sistem keamanan.

Literatur mengenai smart home menunjukkan bahwa keamanan rumah merupakan salah satu kategori layanan utama yang mendorong penggunaan teknologi ini. Bersama dengan efisiensi energi dan layanan kesehatan di rumah, keamanan termasuk manfaat yang paling sering dibahas dalam penelitian mengenai adopsi smart home.

Bisa Membantu Menghemat Listrik, Tetapi Tidak Otomatis

Salah satu klaim yang sering muncul mengenai smart home adalah kemampuannya menghemat listrik.

Secara teknologi, hal tersebut memang memungkinkan. Perangkat pintar dapat dijadwalkan untuk menyala atau mati pada waktu tertentu. Pengguna juga dapat memantau dan mengendalikan perangkat dari jarak jauh sehingga perangkat yang terlupakan menyala dapat segera dimatikan.

Namun, smart home tidak otomatis membuat tagihan listrik turun.

Penelitian mengenai teknologi pengelolaan energi di rumah menemukan bahwa perangkat smart home memiliki potensi menghasilkan penghematan energi, tetapi hasil akhirnya sangat bergantung pada bagaimana perangkat tersebut digunakan. Kenyamanan dan kemudahan yang diberikan teknologi justru dalam kondisi tertentu dapat mendorong penggunaan energi yang lebih besar.

Dengan kata lain, smart plug yang digunakan untuk mematikan perangkat yang tidak diperlukan dapat membantu efisiensi. Tetapi jika semakin banyak perangkat pintar dipasang dan semuanya terus aktif, konsumsi energi tambahan tetap mungkin terjadi.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com