Tips n Trik . 13/08/2026, 13:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Karena itu, jika menerima permintaan verifikasi akun melalui link, lebih aman membuka aplikasi atau website resmi secara manual.
Jangan memberikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas layanan.
Ancaman phishing telah berubah dibandingkan beberapa tahun lalu.
Dahulu, banyak website palsu mudah dikenali karena desainnya buruk, bahasa yang berantakan, atau alamat domain yang sangat aneh.
Sekarang, pelaku dapat membuat halaman yang jauh lebih meyakinkan.
Perkembangan AI juga membuat pembuatan konten palsu menjadi lebih mudah. Teks dapat dibuat lebih natural, desain dapat dibuat menyerupai layanan resmi, dan pesan dapat disesuaikan dengan target tertentu.
Inilah alasan mengapa pengguna tidak seharusnya mengandalkan satu tanda saja.
Pemeriksaan alamat domain, sumber tautan, permintaan data, serta konteks pesan harus dilakukan secara bersamaan.
Langkah perlindungan sebenarnya cukup sederhana.
Jangan langsung mengklik tautan dari pesan yang tidak terduga. Jika sebuah perusahaan mengirimkan pemberitahuan, buka aplikasinya secara langsung atau ketik alamat website resminya secara manual.
Gunakan password berbeda untuk akun penting. Dengan begitu, kebocoran satu password tidak otomatis membahayakan seluruh akun.
Aktifkan autentikasi dua faktor untuk akun yang mendukungnya.
Selalu perbarui browser dan sistem operasi agar mendapatkan perbaikan keamanan terbaru.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media