Cyber

Bukan Lagi Chatbot, AI Agent Kini Bisa Mengerjakan Tugas Sendiri Di Komputer

Perkembangan kecerdasan buatan memasuki tahap baru. Jika sebelumnya AI lebih dikenal sebagai chatbot yang menjawab pertanyaan dan menghasilkan teks berdasarkan

Bukan Lagi Chatbot, AI Agent Kini Bisa Mengerjakan Tugas Sendiri Di Komputer
AI, Image: DALL·E 3

Dalam pekerjaan yang terdiri dari banyak langkah sederhana, kemampuan tersebut berpotensi menghemat waktu manusia.

Bedanya Dengan Chatbot Biasa

Perbedaan paling sederhana adalah chatbot berfokus pada percakapan, sedangkan AI agent berfokus pada pencapaian tujuan.

Chatbot dapat menjawab pertanyaan tentang cara membuat laporan. AI agent berpotensi membuat laporan tersebut dengan menjalankan aplikasi, mengolah data, dan memasukkan hasilnya ke dokumen.

Chatbot juga biasanya menunggu pengguna memberikan perintah berikutnya. AI agent dapat menentukan langkah selanjutnya berdasarkan tujuan yang diberikan.

Karena itu, AI agent sering dikaitkan dengan konsep agentic AI, yaitu sistem AI yang memiliki kemampuan untuk merencanakan dan melakukan tindakan secara lebih mandiri.

Meski demikian, tingkat kemandirian setiap AI agent berbeda. Sebagian sistem masih membutuhkan persetujuan manusia sebelum melakukan tindakan tertentu, terutama ketika tindakan tersebut memiliki konsekuensi penting.

Teknologi Ini Bisa Mengubah Cara Orang Bekerja

Jika kemampuan AI agent terus berkembang, komputer tidak lagi hanya menjadi alat yang dikendalikan manusia.

Manusia dapat memberikan tujuan, sementara AI mengerjakan sebagian besar proses di belakangnya.

Perubahan ini berpotensi memengaruhi berbagai pekerjaan yang selama ini menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas berulang. Pekerjaan seperti memindahkan data, mencari informasi, membuat laporan rutin, mengelola dokumen, dan melakukan tugas administratif tertentu merupakan contoh aktivitas yang berpotensi dibantu AI agent.

Namun, AI agent bukan berarti seluruh pekerjaan manusia langsung dapat digantikan.

Sistem AI tetap memiliki keterbatasan. AI dapat salah memahami konteks, mengambil keputusan yang keliru, atau melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan pengguna.

Karena itu, pengawasan manusia masih menjadi bagian penting, terutama ketika AI diberikan akses terhadap data sensitif atau sistem penting.

Risiko Ketika AI Diberi Akses Ke Komputer

Berita Terkait