Benarkah Pekerja yang Ogah Pakai AI Bakal Tertinggal? Ini Kata Ahli
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin cepat masuk ke dunia kerja. Teknologi ini tidak lagi hanya digunakan untuk pekerjaan teknis, tetapi
Tidak Menggunakan AI Bukan Berarti Otomatis Kehilangan Pekerjaan
Ada perbedaan antara tidak menggunakan AI dan tidak mau beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Seorang pekerja mungkin memiliki alasan tertentu untuk tidak menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari. Bisa saja pekerjaannya memang tidak membutuhkan AI, perusahaan melarang penggunaan alat AI tertentu, atau terdapat persoalan keamanan dan kerahasiaan data.
Karena itu, tidak tepat jika semua pekerja yang tidak menggunakan AI langsung dianggap akan kehilangan pekerjaan.
Yang lebih berisiko adalah ketika seseorang sama sekali tidak memahami perubahan yang sedang terjadi di industrinya.
Baca Juga
Jika perusahaan mulai menggunakan AI untuk mempercepat proses kerja, sementara seorang pekerja tetap menggunakan metode lama untuk seluruh tugasnya, perbedaan produktivitas dapat semakin terlihat.
Kemampuan Menggunakan AI Mulai Menjadi Nilai Tambah
Perubahan tersebut juga dapat memengaruhi proses perekrutan.
Perusahaan tidak selalu mencari pekerja yang memiliki kemampuan teknis mendalam dalam membangun sistem AI. Dalam banyak kasus, yang lebih dibutuhkan adalah pekerja yang mampu menggunakan AI sebagai alat bantu untuk menyelesaikan pekerjaan.
Kemampuan tersebut dapat berupa membuat instruksi yang jelas kepada AI, memeriksa hasilnya, mengidentifikasi kesalahan, menjaga keamanan informasi, serta mengetahui kapan keputusan harus tetap dibuat oleh manusia.
Baca Juga
Dengan kata lain, AI literacy atau literasi AI berpotensi menjadi kemampuan dasar seperti penggunaan komputer dan internet pada era sebelumnya.
Justru Pekerja yang Tidak Mau Belajar Bisa Lebih Berisiko
Perubahan teknologi hampir selalu menciptakan kesenjangan antara pekerja yang beradaptasi dengan cepat dan mereka yang membutuhkan waktu lebih lama.
Hal serupa terjadi ketika komputer mulai menggantikan banyak proses manual. Pekerja yang memahami komputer memperoleh kemampuan baru, sementara sebagian pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual mulai berkurang.
AI berpotensi menghasilkan perubahan serupa, tetapi dengan cakupan yang jauh lebih luas karena teknologi ini dapat membantu pekerjaan yang membutuhkan bahasa, analisis, dan pengambilan keputusan tertentu.