Tips n Trik . 06/08/2026, 12:51 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Di era internet, hampir setiap aktivitas meninggalkan jejak digital. Mulai dari unggahan media sosial, komentar di forum, foto lama, hingga data yang tersimpan di berbagai layanan online. Karena itu, tidak sedikit orang yang pada akhirnya memutuskan untuk menghapus sebagian atau bahkan seluruh jejak digital mereka.
Keputusan tersebut biasanya bukan dilakukan secara tiba-tiba. Ada berbagai alasan yang membuat seseorang ingin mengurangi informasi pribadinya di internet, baik demi keamanan, privasi, maupun kepentingan profesional.
Jejak digital adalah kumpulan informasi yang tertinggal ketika seseorang menggunakan internet. Informasi tersebut bisa berupa data yang sengaja dibagikan, seperti unggahan di media sosial, maupun data yang terkumpul secara otomatis, misalnya riwayat pencarian, lokasi, atau aktivitas saat mengunjungi sebuah situs.
Sebagian jejak digital mudah dihapus, tetapi sebagian lainnya dapat tetap tersimpan di server, arsip mesin pencari, atau telah disalin oleh pihak lain.
Ada beberapa kondisi yang sering membuat seseorang mulai membersihkan keberadaan mereka di internet.
Semakin banyak informasi pribadi yang tersedia secara publik, semakin besar pula risiko penyalahgunaannya.
Misalnya, nomor telepon, alamat rumah, foto keluarga, hingga lokasi yang sering dikunjungi dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk penipuan maupun pencurian identitas.
Karena itu, banyak orang mulai menghapus unggahan lama yang berisi informasi sensitif.
Perusahaan kini sering menelusuri media sosial calon karyawan sebelum melakukan proses rekrutmen.
Unggahan yang dianggap tidak profesional, komentar bernada kasar, atau foto yang tidak pantas dapat memengaruhi penilaian perekrut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media