Tips n Trik . 28/07/2026, 17:15 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Banyak pengguna merasa bingung ketika ruang penyimpanan laptop tiba-tiba hampir penuh, padahal perangkat tersebut jarang dipakai untuk bekerja, bermain game, atau menyimpan banyak file. Kondisi ini sering ditandai dengan munculnya peringatan "Low Disk Space", laptop menjadi lambat, hingga proses pembaruan Windows gagal dilakukan.
Faktanya, kapasitas penyimpanan laptop tidak hanya terisi oleh dokumen, foto, atau video yang disimpan pengguna. Sistem operasi, aplikasi, file sementara, hingga data pembaruan juga terus menggunakan ruang penyimpanan tanpa disadari.
Berikut beberapa penyebab laptop kehabisan penyimpanan meski jarang digunakan.
Windows dan berbagai aplikasi secara otomatis membuat file sementara (temporary files) untuk mempercepat proses kerja.
Seiring waktu, file-file tersebut akan terus menumpuk jika tidak pernah dibersihkan. Meski ukurannya kecil, jumlahnya bisa mencapai beberapa gigabyte setelah digunakan selama berbulan-bulan.
Membersihkan temporary files secara berkala dapat membantu mengosongkan ruang penyimpanan.
Setiap kali Windows menerima pembaruan, sistem akan mengunduh berbagai file instalasi ke dalam penyimpanan.
Setelah pembaruan selesai, sebagian file memang akan dihapus secara otomatis. Namun, dalam beberapa kondisi, file tersebut tetap tersimpan agar pengguna dapat melakukan rollback jika terjadi masalah.
Akibatnya, kapasitas penyimpanan terus berkurang tanpa disadari.
Folder Download sering menjadi tempat berkumpulnya berbagai file yang sudah tidak digunakan.
Misalnya installer aplikasi, dokumen PDF, arsip ZIP, atau video yang pernah diunduh. Karena jarang diperiksa, ukuran folder ini bisa terus membengkak.
Luangkan waktu untuk memeriksa folder Download dan hapus file yang sudah tidak diperlukan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media