Tips n Trik . 28/07/2026, 10:51 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Dalam beberapa kasus, SSD yang mengalami degradasi akan mengunci sebagian area memori agar data tetap aman. Akibatnya, kapasitas efektif penyimpanan menjadi lebih kecil.
Blue Screen of Death (BSOD) memang bisa disebabkan banyak faktor, seperti driver atau RAM. Namun, SSD yang bermasalah juga dapat memicu munculnya layar biru, terutama jika sistem gagal membaca file penting Windows.
Jika BSOD terjadi berulang tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan SSD.
Sebagian besar SSD modern mendukung teknologi SMART (Self-Monitoring, Analysis and Reporting Technology).
Melalui aplikasi seperti CrystalDiskInfo atau utilitas bawaan produsen SSD, pengguna dapat melihat tingkat kesehatan SSD. Jika statusnya berubah menjadi "Caution" atau "Bad", sebaiknya segera lakukan pencadangan data dan pertimbangkan mengganti SSD.
Laptop yang tiba-tiba membeku selama beberapa detik, terutama saat membuka file atau menjalankan aplikasi, juga bisa menjadi tanda SSD mulai melemah.
Gejala ini biasanya muncul semakin sering seiring bertambahnya usia SSD.
Tidak semua SSD rusak setelah usia tertentu, tetapi penggunaan intensif selama bertahun-tahun dapat mempercepat keausan sel memori.
Apabila SSD sudah digunakan lebih dari lima tahun dengan aktivitas berat seperti editing video, rendering, atau pekerjaan yang sering menulis data dalam jumlah besar, memeriksa kesehatannya secara berkala sangat disarankan.
Sebelum memutuskan membeli SSD baru, lakukan beberapa langkah berikut:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media