Mengapa Keyboard Mekanis Memiliki Suara Ketikan yang Berbeda-beda? Ini Penjelasannya
Keyboard mekanis dikenal memiliki suara ketikan yang beragam. Ada yang menghasilkan bunyi klik cukup keras, suara ketukan tajam, hingga bunyi rendah dan berat
fin.co.id - Keyboard mekanis dikenal memiliki suara ketikan yang beragam. Ada yang menghasilkan bunyi klik cukup keras, suara ketukan tajam, hingga bunyi rendah dan berat yang sering disebut thocky. Perbedaan tersebut bukan sekadar dipengaruhi merek atau harga, melainkan juga desain tombol, bahan pembuat keyboard, hingga cara seseorang mengetik.
Menariknya, dua keyboard mekanis dengan tampilan serupa belum tentu menghasilkan suara yang sama. Bahkan, perangkat yang menggunakan jenis tombol mekanis identik bisa memiliki karakter suara berbeda karena komponen lainnya turut memengaruhi getaran dan pantulan suara.
Untuk memahami penyebabnya, ada beberapa bagian keyboard yang perlu diperhatikan, mulai dari mekanisme tombol hingga bahan yang digunakan pada rangkanya.
1. Jenis Tombol Mekanis Menentukan Suara Ketikan
Salah satu komponen utama yang memengaruhi suara keyboard mekanis adalah switch atau mekanisme tombol. Bagian ini berada di bawah setiap tombol dan bertugas menerjemahkan tekanan jari menjadi perintah yang dikenali komputer.
Secara umum, mekanisme tombol keyboard mekanis terbagi menjadi tiga jenis, yaitu linear, tactile, dan clicky.
Jenis linear memiliki gerakan yang relatif mulus ketika ditekan. Pengguna tidak merasakan tonjolan atau perubahan tekanan khusus selama tombol bergerak. Suara yang muncul biasanya berasal dari benturan komponen ketika tombol mencapai batas bawah atau kembali ke posisi semula.
Baca Juga
Berikutnya adalah jenis tactile. Tombol ini memiliki sedikit hambatan atau tonjolan yang dapat dirasakan jari ketika melewati titik tertentu. Tujuannya memberikan tanda bahwa tombol sudah tertekan tanpa harus menghasilkan bunyi klik yang keras.
Sementara itu, jenis clicky memang dirancang untuk menghasilkan bunyi klik yang jelas. Mekanisme di dalamnya memberikan umpan balik berupa suara sekaligus sensasi tekanan pada jari.
Contohnya, Cherry MX Red termasuk jenis linear, Cherry MX Brown merupakan jenis tactile, sedangkan Cherry MX Blue termasuk jenis clicky.
Baca Juga
Perbedaan mekanisme tersebut membuat setiap tombol memiliki karakter suara dan sensasi mengetik tersendiri.
2. Bahan Tombol Ikut Mengubah Suara
Bagian tombol yang langsung disentuh jari disebut keycap. Komponen ini tidak hanya menentukan bentuk dan kenyamanan ketika mengetik, tetapi juga dapat memengaruhi suara yang dihasilkan keyboard.
Dua bahan yang banyak digunakan untuk membuat keycap adalah ABS dan PBT. Keduanya merupakan jenis plastik dengan karakteristik fisik berbeda.
ABS merupakan bahan plastik yang banyak digunakan pada berbagai perangkat elektronik. Tombol berbahan ini dapat menghasilkan suara yang relatif tajam, bergantung pada ketebalan dan bentuknya.
Sementara itu, PBT dikenal memiliki karakteristik lebih tahan terhadap penggunaan dalam jangka panjang. Bahan ini sering ditemukan pada tombol dengan dinding yang lebih tebal.
Dalam konfigurasi tertentu, keycap PBT yang tebal dapat menghasilkan suara lebih padat dibandingkan keycap ABS yang tipis. Namun, hasilnya tidak selalu sama karena bentuk, ketebalan, dan ruang kosong di dalam tombol juga berpengaruh.
Dengan demikian, mengganti bagian tombol saja terkadang sudah cukup untuk mengubah karakter suara keyboard mekanis.
3. Bahan Rangka Keyboard Memengaruhi Pantulan Suara
Rangka merupakan bagian yang menjadi tempat berbagai komponen keyboard dipasang. Bahan yang digunakan untuk membuatnya turut menentukan bagaimana getaran dari setiap tekanan tombol menyebar.
Beberapa keyboard menggunakan rangka plastik, sedangkan produk lainnya memakai aluminium atau bahan logam.
Rangka plastik umumnya memiliki bobot lebih ringan. Sementara itu, rangka aluminium cenderung lebih kokoh dan berat.
Perbedaan tersebut dapat memengaruhi cara getaran diteruskan dan dipantulkan di dalam keyboard. Namun, bukan berarti rangka logam selalu menghasilkan suara lebih nyaring atau rangka plastik pasti lebih senyap.
Ada juga komponen bernama plate, yaitu pelat penyangga yang menjadi tempat switch dipasang agar tetap berada pada posisinya.
Plate dapat dibuat menggunakan aluminium, baja, kuningan, polycarbonate, dan bahan lainnya. Setiap material memiliki tingkat kekakuan dan kemampuan meredam getaran yang berbeda.
Karena itu, kombinasi rangka dan pelat penyangga dapat menghasilkan karakter suara yang berbeda meskipun menggunakan jenis switch yang sama.
4. Busa Peredam Membantu Mengurangi Suara Berongga
Sebagian keyboard mekanis dilengkapi lapisan peredam di bagian dalam rangkanya. Komponen ini biasanya berupa busa khusus atau lapisan silikon yang ditempatkan di antara beberapa bagian keyboard.
Fungsinya membantu mengurangi getaran dan pantulan suara yang muncul ketika tombol ditekan.
Tanpa lapisan peredam yang memadai, suara ketikan terkadang terdengar berongga, seperti berasal dari benda kosong. Hal ini terjadi karena getaran dari tombol ikut memengaruhi ruang di dalam rangka keyboard.
Penggunaan busa peredam dapat membantu mengurangi suara tersebut sehingga hasil ketikan terdengar lebih terkendali.
Namun, lapisan peredam tidak membuat keyboard menjadi sepenuhnya senyap. Bunyi dari mekanisme tombol dan benturan komponen masih dapat terdengar.
Ketebalan serta jenis bahan peredam juga perlu diperhatikan karena penggunaan yang berlebihan justru dapat mengubah karakter suara yang sebenarnya diinginkan.
5. Tombol Spasi dan Enter Bisa Menghasilkan Suara Berbeda
Pernah memperhatikan bahwa suara tombol spasi lebih keras dibandingkan tombol huruf biasa? Salah satu penyebabnya adalah komponen tambahan bernama stabilizer.
Stabilizer merupakan mekanisme penyangga yang dipasang pada tombol berukuran besar, seperti spasi, Shift, Enter, dan Backspace.
Komponen ini berfungsi menjaga agar tombol tetap bergerak seimbang meskipun jari menekan bagian pinggir, bukan tepat di tengah.
Namun, stabilizer juga dapat menghasilkan suara tambahan ketika bagian-bagiannya saling berbenturan. Jika pemasangannya kurang tepat atau terdapat celah pada komponennya, tombol besar bisa mengeluarkan bunyi bergetar atau beradu.
Akibatnya, suara tombol spasi terkadang lebih berisik daripada tombol lainnya.
Pada keyboard yang dirakit khusus, pengguna dapat memperbaiki kondisi tersebut melalui penyesuaian posisi dan pemberian pelumas khusus agar gerakan stabilizer lebih halus.
6. Kebiasaan Mengetik Turut Memengaruhi Suara
Selain komponen keyboard, cara seseorang mengetik juga memengaruhi suara yang terdengar.
Dua orang yang menggunakan keyboard mekanis dengan spesifikasi sama belum tentu menghasilkan suara ketikan identik.
Orang yang menekan tombol dengan kuat hingga mencapai batas bawah biasanya menghasilkan suara benturan lebih jelas. Sebaliknya, tekanan yang lebih ringan dan terkontrol dapat menghasilkan suara yang relatif lembut.
Kecepatan mengetik dan cara melepaskan tombol juga berpengaruh terhadap bunyi yang muncul.
Permukaan meja tempat keyboard digunakan turut memengaruhi hasilnya. Keyboard yang diletakkan langsung di atas meja keras dapat menghasilkan karakter suara berbeda dibandingkan perangkat yang menggunakan alas khusus atau deskmat.
Kondisi ruangan juga memiliki pengaruh. Ruangan dengan banyak permukaan keras cenderung memantulkan suara lebih kuat dibandingkan ruangan yang memiliki karpet, tirai, atau bahan penyerap suara.
Mengenal Istilah Thocky, Clacky, dan Creamy
Penggemar keyboard mekanis sering menggunakan istilah tertentu untuk menggambarkan karakter suara. Beberapa istilah tersebut cukup populer, meskipun tidak memiliki standar pengukuran akustik yang baku.
Thocky menggambarkan suara ketukan yang rendah, padat, dan terasa berat. Karakter ini sering disukai pengguna yang menginginkan bunyi ketikan tidak terlalu tajam.
Clacky digunakan untuk menggambarkan suara yang lebih tinggi, nyaring, dan tajam. Ketika tombol ditekan, bunyinya terdengar jelas seperti ketukan plastik yang saling berbenturan.
Creamy menggambarkan suara yang lebih halus, lembut, dan terasa konsisten. Karakter ini biasanya memberikan kesan suara yang tidak terlalu tajam maupun berongga.
Selain ketiganya, ada juga istilah poppy untuk menggambarkan suara ketukan yang terdengar ringan dan memiliki kesan memantul.
Istilah-istilah tersebut lebih banyak digunakan berdasarkan pengalaman dan persepsi pendengaran masing-masing pengguna. Karena itu, sebuah keyboard yang dianggap thocky oleh seseorang belum tentu memiliki karakter suara serupa menurut pendengar lainnya.
Tips Memilih Keyboard Mekanis Berdasarkan Karakter Suara
Memilih keyboard mekanis sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan tampilan, merek, atau harga. Karakter suara juga perlu disesuaikan dengan kebiasaan penggunaan dan lingkungan tempat perangkat digunakan.
Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum membeli.
1. Pilih Switch Sesuai Karakter Suara yang Diinginkan
Jika menyukai suara klik yang jelas dan cukup keras, switch clicky dapat menjadi pilihan. Namun, jika menginginkan suara lebih tenang, switch linear atau tactile bisa dipertimbangkan.
Perlu diingat bahwa switch linear dan tactile tidak otomatis senyap. Suara benturan tombol tetap dapat terdengar, tergantung konstruksinya.
2. Perhatikan Bahan dan Ketebalan Keycap
Keycap yang lebih tebal dapat memberikan karakter suara berbeda dibandingkan tombol berdinding tipis.
Pengguna bisa mempertimbangkan bahan ABS maupun PBT dengan memperhatikan ketebalan dan bentuk tombolnya. Jangan hanya memilih berdasarkan jenis plastik karena desain keycap juga berpengaruh.
3. Periksa Keberadaan Busa Peredam
Jika menginginkan suara yang lebih terkendali, pilih keyboard yang memiliki lapisan peredam di bagian dalam.
Perhatikan juga apakah produsen menyediakan informasi mengenai bahan dan posisi lapisan peredam tersebut.
4. Dengarkan Contoh Suara Sebelum Membeli
Jangan hanya mengandalkan deskripsi seperti thocky, clacky, atau creamy dalam iklan produk.
Jika memungkinkan, dengarkan rekaman suara keyboard yang menggunakan konfigurasi serupa. Akan lebih baik jika tersedia rekaman saat tombol huruf, spasi, dan Enter ditekan.
Perlu diingat bahwa mikrofon, jarak perekaman, dan kondisi ruangan dapat memengaruhi suara dalam video.
5. Sesuaikan dengan Lingkungan Penggunaan
Jika keyboard akan digunakan di kantor, perpustakaan, atau ruangan bersama, sebaiknya hindari switch yang menghasilkan bunyi klik terlalu keras.
Sebaliknya, jika digunakan di ruang pribadi, pilihan karakter suara bisa lebih bebas mengikuti selera.
Pengguna juga dapat mempertimbangkan keyboard dengan tombol yang dilengkapi peredam benturan agar suara ketikan tidak terlalu mengganggu orang lain.
Penutup
Perbedaan suara pada keyboard mekanis merupakan hasil interaksi berbagai komponen, mulai dari mekanisme tombol, bahan keycap, rangka, pelat penyangga, hingga lapisan peredam. Stabilizer, kebiasaan mengetik, dan kondisi ruangan juga turut menentukan karakter suara yang dihasilkan.
Fenomena tersebut berkaitan dengan prinsip akustik, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana getaran menghasilkan suara, merambat melalui material, dan mengalami pantulan maupun penyerapan.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, pengguna dapat mengetahui mengapa keyboard mekanis memiliki suara yang berbeda meskipun menggunakan jenis tombol yang sama. Pengetahuan ini juga membantu ketika memilih perangkat berdasarkan karakter suara yang diinginkan, baik yang cenderung rendah dan berat maupun yang tajam dan nyaring.
Pada akhirnya, tidak ada satu karakter suara yang selalu paling baik. Pilihan terbaik bergantung pada kenyamanan mengetik, kebutuhan penggunaan, dan lingkungan tempat keyboard digunakan.
Referensi
-
CHERRY - Mechanical Keyboard Switches.
-
HP Tech Takes - What Are Cherry MX Switches?
-
Tom's Hardware - Mechanical Keyboard Tuning Guide: How to Make Your Mechanical Keyboard Feel and Sound Its Best.
-
WIRED - How to Shop for a Mechanical Keyboard: Switches, Materials, and Layouts Explained.
-
Brno University of Technology - Design of Mechanical Keyboard.