Gadget

Mengapa Speaker Bluetooth Bisa Mengalami Delay Suara saat Menonton Video?

Speaker Bluetooth menawarkan kemudahan untuk menikmati musik, menonton film, atau mendengarkan video tanpa kabel. Namun, salah satu masalah yang kerap

Mengapa Speaker Bluetooth Bisa Mengalami Delay Suara saat Menonton Video?
Bluetooth Speaker, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Speaker Bluetooth menawarkan kemudahan untuk menikmati musik, menonton film, atau mendengarkan video tanpa kabel. Namun, salah satu masalah yang kerap dialami pengguna adalah suara yang terlambat keluar dibandingkan gambar di layar. Akibatnya, gerakan bibir karakter dalam film tidak sesuai dengan dialog yang terdengar, sehingga pengalaman menonton terasa kurang nyaman.

Keterlambatan tersebut dikenal sebagai audio delay atau latensi audio. Fenomena ini terjadi karena suara harus melewati beberapa tahapan pemrosesan sebelum sampai ke speaker, mulai dari perangkat sumber, pengiriman data melalui Bluetooth, hingga pengolahan sinyal dan perubahan sinyal listrik menjadi suara. Ada pula faktor lain, seperti kualitas koneksi, codec audio, serta kemampuan perangkat yang digunakan.

Apa Itu Delay Suara pada Speaker Bluetooth?

Delay suara adalah jeda waktu antara munculnya suatu kejadian di layar dan terdengarnya suara yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Dalam penggunaan speaker Bluetooth, kondisi ini biasanya terlihat ketika seseorang menonton film, video pendek, atau siaran langsung.

Sebagai contoh, seseorang melihat karakter dalam video membuka mulut untuk berbicara. Namun, suara dialog baru terdengar beberapa saat kemudian. Perbedaan waktu tersebut membuat gerakan visual dan audio tidak lagi selaras.

Dalam ilmu teknologi audio, keterlambatan ini disebut latensi. Satuan yang digunakan untuk mengukurnya adalah milidetik atau millisecond (ms). Satu milidetik sama dengan seperseribu detik.

Latensi kecil terkadang tidak disadari oleh pengguna. Akan tetapi, ketika keterlambatan semakin besar, ketidaksesuaian antara gambar dan suara akan lebih mudah dikenali. Dampaknya sangat terasa saat menonton film yang menampilkan percakapan, adegan dengan gerakan cepat, atau video yang membutuhkan sinkronisasi audio dan visual secara tepat.

Bagaimana Bluetooth Bisa Menyebabkan Suara Terlambat?

Bluetooth tidak mengirimkan suara secara langsung seperti kabel audio analog. Teknologi ini menggunakan komunikasi nirkabel untuk memindahkan data dari satu perangkat ke perangkat lain. Sebelum suara terdengar, data tersebut harus melalui beberapa proses.

1. Audio Harus Dikodekan Menjadi Data Digital

Ketika video diputar di HP, laptop, atau televisi, suara yang menyertainya diproses sebagai data digital. Agar dapat dikirim melalui Bluetooth, data audio umumnya dikodekan menggunakan format atau codec tertentu.

Codec merupakan teknologi yang mengatur bagaimana data audio dikompresi, dikirim, dan kemudian diterjemahkan kembali oleh perangkat penerima. Beberapa codec yang digunakan dalam Bluetooth audio antara lain SBC, AAC, aptX, dan LDAC, meskipun dukungannya berbeda-beda pada setiap perangkat.

Proses pengodean membutuhkan waktu. Besarnya keterlambatan dipengaruhi oleh cara kerja codec, ukuran paket data, kemampuan prosesor, serta implementasi perangkat lunaknya.

Setelah proses tersebut selesai, data audio siap dikirimkan melalui koneksi Bluetooth menuju speaker.

2. Data Audio Dikirimkan Melalui Gelombang Radio

Bluetooth menggunakan gelombang radio pada pita frekuensi 2,4 GHz untuk berkomunikasi dengan perangkat lain. Data suara dikirimkan dalam bentuk paket digital yang kemudian diterima oleh speaker.

Selama proses ini, koneksi harus tetap terjaga agar data dapat diterima dengan benar. Gangguan sinyal, jarak yang terlalu jauh, atau interferensi dari perangkat lain dapat memengaruhi kelancaran pengiriman data.

Namun, gangguan sinyal tidak selalu menjadi penyebab utama delay. Dalam banyak kasus, keterlambatan justru berasal dari proses pemrosesan audio dan pengaturan penyangga data pada perangkat.

Jika paket data tidak datang sesuai kebutuhan pemutaran, sistem dapat menunggu data tambahan sebelum menghasilkan suara. Penantian tersebut membantu mencegah audio terputus-putus, tetapi juga dapat menambah latensi.

3. Speaker Memerlukan Waktu untuk Memproses Data

Setelah menerima data dari HP atau laptop, speaker Bluetooth harus menerjemahkan data tersebut menjadi sinyal audio yang dapat diputar.

Proses ini melibatkan dekode audio, pengolahan sinyal digital, dan komponen elektronik yang mengendalikan driver speaker. Pada speaker tertentu, terdapat pula pemrosesan tambahan untuk meningkatkan kualitas suara, seperti equalizer, pengaturan bass, atau efek suara.

Setiap tahap dapat menambah waktu pemrosesan. Jika perangkat menggunakan sistem pemrosesan yang kurang efisien atau pengaturan yang menambah penundaan, suara bisa keluar lebih lambat daripada gambar yang sedang ditampilkan.

Karena itu, dua speaker Bluetooth yang menggunakan codec serupa belum tentu memiliki latensi yang sama. Desain perangkat keras dan perangkat lunak juga berpengaruh terhadap hasil akhirnya.

Mengapa Delay Lebih Terasa saat Menonton Video?

Saat mendengarkan musik, keterlambatan suara tidak selalu mudah dikenali karena tidak ada gambar yang harus diselaraskan dengan audio. Sebaliknya, video memberikan petunjuk visual yang jelas mengenai kapan suatu suara seharusnya terdengar.

Gerakan bibir, benturan benda, langkah kaki, dan suara ledakan menjadi acuan bagi otak untuk menilai apakah suara muncul pada waktu yang tepat. Ketika audio tertinggal, perbedaan tersebut dapat mengganggu persepsi dan kenyamanan menonton.

Selain itu, pemutaran video melibatkan dua alur data yang berbeda, yaitu gambar dan suara. Video diproses melalui sistem grafis dan ditampilkan di layar, sedangkan audio dikirim ke speaker melalui jalur pemrosesan suara. Kedua jalur tersebut tidak selalu memiliki waktu pemrosesan yang sama.

Pada perangkat tertentu, aplikasi pemutar video dapat menyesuaikan waktu pemutaran gambar agar selaras dengan suara. Namun, kemampuan ini bergantung pada sistem operasi, aplikasi, dan perangkat audio yang digunakan.

Jika penyesuaian sinkronisasi tidak tersedia atau tidak bekerja dengan baik, suara dapat terdengar terlambat meskipun koneksi Bluetooth terlihat normal.

Apakah Codec Bluetooth Menentukan Besarnya Delay?

Codec merupakan salah satu faktor yang memengaruhi latensi, tetapi bukan satu-satunya penentu. Setiap codec memiliki karakteristik pemrosesan, kebutuhan data, dan dukungan perangkat yang berbeda.

SBC merupakan codec dasar yang umum digunakan pada perangkat audio Bluetooth. Sementara itu, AAC, aptX, dan LDAC memiliki karakteristik masing-masing terkait kualitas audio, kompresi, dan kebutuhan pemrosesan.

Perlu dipahami bahwa codec yang dirancang untuk kualitas suara tinggi tidak otomatis memiliki latensi paling rendah. Sebaliknya, codec dengan latensi rendah dapat lebih sesuai untuk kebutuhan tertentu, seperti bermain game atau menonton video.

Kinerja sebenarnya juga dipengaruhi oleh implementasi pada HP, komputer, televisi, dan speaker. Bahkan, perangkat yang mendukung codec sama bisa menghasilkan latensi berbeda karena perbedaan perangkat lunak, ukuran buffer, serta pemrosesan internal.

Untuk mengurangi keterlambatan, sebagian perangkat menggunakan teknologi khusus seperti aptX Low Latency. Namun, manfaatnya hanya dapat diperoleh jika perangkat sumber dan perangkat penerima sama-sama mendukung teknologi yang kompatibel. Dukungan tersebut perlu diperiksa pada spesifikasi produk, bukan hanya berdasarkan merek atau versi Bluetooth.

Faktor Lain yang Membuat Suara Bluetooth Terlambat

Selain codec dan proses pengiriman data, ada beberapa kondisi yang dapat membuat delay semakin terasa.

Jarak dan Gangguan Sinyal

Jarak yang terlalu jauh antara HP dan speaker dapat membuat koneksi menjadi kurang stabil. Dinding, benda logam, serta interferensi dari jaringan WiFi atau perangkat nirkabel lain juga dapat memengaruhi komunikasi Bluetooth.

Meski demikian, memperpendek jarak tidak selalu menghilangkan delay apabila penyebab utamanya berasal dari pemrosesan audio.

Pengaturan Audio pada Perangkat

Beberapa HP, laptop, televisi, dan speaker memiliki fitur pemrosesan suara tambahan. Efek audio, peningkatan bass, atau mode suara tertentu dapat menambah waktu pemrosesan, tergantung implementasi perangkat.

Pada televisi, pengaturan sinkronisasi audio terkadang dapat digunakan untuk mengoreksi ketidaksesuaian waktu. Akan tetapi, arah penyesuaiannya perlu diperhatikan karena sebagian pengaturan hanya menunda suara lebih jauh, bukan mempercepatnya.

Kemampuan Speaker dan Perangkat Sumber

Speaker dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih efisien dapat memproses audio dengan latensi lebih rendah. Sebaliknya, desain yang memerlukan banyak pemrosesan tambahan bisa menimbulkan keterlambatan.

Hal serupa berlaku pada HP atau laptop. Beban sistem, aplikasi yang digunakan, dan cara sistem operasi menangani audio dapat memengaruhi pengalaman pemutaran.

Aplikasi Pemutar Video

Tidak semua aplikasi menangani sinkronisasi audio dan visual dengan cara yang sama. Sebagian aplikasi mampu mengoreksi perbedaan waktu pemrosesan, sedangkan aplikasi lain mungkin tidak melakukannya secara optimal.

Karena itu, apabila delay hanya terjadi pada satu aplikasi, masalahnya belum tentu berasal dari speaker Bluetooth.

Cara Mengurangi Delay Suara pada Speaker Bluetooth

Ada beberapa langkah yang dapat dicoba untuk mengurangi keterlambatan suara saat menonton video.

Pertama, dekatkan speaker dengan HP, laptop, atau televisi. Langkah ini membantu menjaga kestabilan koneksi dan mengurangi kemungkinan gangguan komunikasi nirkabel.

Kedua, periksa apakah perangkat memiliki mode latensi rendah atau mode video. Jika tersedia, aktifkan fitur tersebut dan uji kembali pemutaran video.

Ketiga, perbarui sistem operasi, firmware speaker, dan aplikasi pemutar video jika pembaruan tersedia. Pembaruan dapat memperbaiki masalah kompatibilitas atau sinkronisasi, meskipun tidak selalu mengurangi latensi.

Keempat, matikan sementara efek audio tambahan untuk mengetahui apakah pemrosesan suara menjadi penyebab keterlambatan. Cobalah pula aplikasi pemutar video lain untuk membandingkan hasilnya.

Kelima, periksa apakah perangkat mendukung codec dengan latensi rendah. Pastikan speaker dan perangkat sumber memiliki dukungan yang sesuai karena penggunaan codec tertentu tidak dapat dipaksakan apabila salah satu perangkat tidak kompatibel.

Jika semua langkah tersebut tidak berhasil, penggunaan koneksi kabel yang kompatibel dapat menjadi alternatif. Namun, koneksi kabel juga tidak menjamin latensi nol karena sistem masih dapat melakukan pemrosesan audio sebelum suara dikeluarkan.

Penutup

Delay suara pada speaker Bluetooth terjadi karena audio harus melewati beberapa tahapan sebelum terdengar, mulai dari pengodean data, pengiriman nirkabel, penerimaan paket, hingga pemrosesan dan reproduksi suara. Keterlambatan tersebut juga dipengaruhi oleh codec, pengaturan perangkat, kestabilan koneksi, serta kemampuan aplikasi dalam menyelaraskan suara dengan gambar.

Dari sudut pandang ilmu teknologi modern, fenomena ini menunjukkan bahwa komunikasi nirkabel tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pengiriman data, tetapi juga oleh seluruh proses yang berlangsung di kedua perangkat. Koneksi yang stabil belum tentu menghasilkan latensi rendah jika pemrosesan audio membutuhkan waktu tambahan.

Dengan memahami penyebabnya, pengguna dapat memilih perangkat yang sesuai, memeriksa pengaturan audio, dan mencoba solusi yang tepat. Untuk kebutuhan menonton video, memilih speaker dengan latensi rendah serta dukungan sinkronisasi audio dan visual yang baik sering kali lebih penting daripada sekadar memilih perangkat dengan kualitas suara atau versi Bluetooth yang lebih tinggi.

References

Bluetooth SIG. Bluetooth Core Specification.

Bluetooth SIG. Advanced Audio Distribution Profile (A2DP).

Qualcomm. aptX Low Latency Technology.

Apple. Audio and Video Synchronization Documentation.

ITU-R. Recommendation BT.1359: Relative Timing of Sound and Vision for Broadcasting.

Berita Terkait