Cyber

Apa yang Terjadi pada Data Digital jika Pemilik Akun Meninggal Dunia?

Kehidupan digital seseorang tidak selalu berakhir ketika ia meninggal dunia. Foto, video, percakapan pribadi, dokumen pekerjaan, akun media sosial, hingga aset

Apa yang Terjadi pada Data Digital jika Pemilik Akun Meninggal Dunia?
Data Digital Orang yang Sudah Meninggal, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Kehidupan digital seseorang tidak selalu berakhir ketika ia meninggal dunia. Foto, video, percakapan pribadi, dokumen pekerjaan, akun media sosial, hingga aset digital yang dikumpulkan selama bertahun-tahun dapat tetap tersimpan di server perusahaan teknologi. Namun, nasib data tersebut bergantung pada kebijakan masing-masing platform, pengaturan yang dibuat pemilik akun semasa hidup, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Persoalan ini semakin penting karena banyak orang menyimpan bagian penting kehidupannya di internet. Tanpa perencanaan yang jelas, keluarga yang ditinggalkan mungkin kesulitan mendapatkan foto kenangan, dokumen penting, atau informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan urusan almarhum.

Data Digital Tidak Otomatis Hilang Setelah Pemiliknya Meninggal

Ketika seseorang meninggal dunia, akun digital yang dimilikinya tidak serta-merta terhapus. Sebagian layanan tetap menyimpan data selama akun tersebut aktif atau belum memenuhi ketentuan penghapusan. Ada pula platform yang menyediakan mekanisme khusus untuk mengubah akun menjadi profil kenangan atau menutupnya secara permanen.

Data digital yang ditinggalkan dapat mencakup berbagai hal, seperti email, foto keluarga, video, percakapan, dokumen di penyimpanan awan, situs web, akun bisnis, hingga pembelian konten digital. Sebagian data tersebut memiliki nilai emosional, sedangkan lainnya dapat berkaitan dengan pekerjaan, kepemilikan aset, atau kewajiban finansial.

Menurut eSafety Commissioner Australia dalam panduan mengenai akun digital setelah kematian, warisan digital mencakup aset digital dan jejak keberadaan seseorang di internet. Hak atas aset tersebut tidak selalu sama dengan kepemilikan barang fisik karena sejumlah layanan digital hanya memberikan lisensi penggunaan yang tunduk pada persyaratan tertentu.

Artinya, keluarga tidak selalu memiliki hak otomatis untuk mengambil alih seluruh akun atau mendapatkan salinan semua data pribadi orang yang telah meninggal.

Kebijakan Setiap Platform Berbeda

Tidak ada satu aturan universal yang mengatur nasib seluruh akun digital setelah pemiliknya meninggal. Google, Facebook, dan penyedia layanan lainnya mempunyai prosedur masing-masing untuk menjaga privasi pengguna sekaligus menangani permintaan keluarga.

Google Memungkinkan Pengguna Menentukan Nasib Akun

Google menyediakan fitur Inactive Account Manager yang memungkinkan pengguna menentukan tindakan terhadap akun setelah tidak aktif selama jangka waktu tertentu. Pengguna dapat memilih kontak tepercaya untuk menerima sebagian data yang diizinkan atau menentukan agar akun dihapus.

Fitur tersebut berguna untuk mengantisipasi keadaan ketika pemilik akun tidak lagi dapat mengelola layanan digitalnya. Namun, mekanisme ini bergantung pada pengaturan yang dibuat sebelumnya dan periode ketidakaktifan yang dipilih.

Jika pemilik akun tidak pernah mengatur fitur tersebut, keluarga tetap dapat mengajukan permintaan kepada Google untuk menutup akun atau meminta data dalam kondisi tertentu. Google akan menilai permintaan tersebut berdasarkan prosedur yang berlaku dan tidak memberikan kata sandi maupun informasi login kepada pemohon.

Google juga menyatakan bahwa akun pribadi yang tidak aktif selama setidaknya dua tahun dapat dihapus beserta data yang terkait, sesuai kebijakan akun tidak aktifnya. Karena itu, akun yang ditinggalkan tanpa pengelolaan tidak selalu akan tersimpan selamanya.

Facebook Dapat Mengubah Akun Menjadi Profil Kenangan

Facebook memiliki fitur memorialisasi untuk mempertahankan profil seseorang sebagai tempat keluarga dan teman mengenang pemilik akun yang telah meninggal.

Pada profil yang telah dimemorialisasi, penanda khusus dapat ditampilkan di dekat nama pemiliknya. Konten yang sebelumnya dibagikan tetap tersedia bagi orang-orang yang memang memiliki izin untuk melihatnya berdasarkan pengaturan privasi.

Namun, profil tersebut tidak dapat digunakan dengan cara yang sama seperti akun aktif. Kontak pewaris yang ditunjuk dapat mengelola sejumlah fitur terbatas, tetapi tidak diperbolehkan masuk sebagai pemilik akun atau membaca pesan pribadi.

Facebook juga menyediakan pilihan penghapusan akun setelah pemiliknya meninggal. Pilihan tersebut menunjukkan bahwa pengguna dapat menentukan apakah jejak digitalnya ingin dipertahankan sebagai kenangan atau dihapus.

Foto dan Dokumen di Penyimpanan Awan Bisa Sulit Diakses

Layanan penyimpanan awan sering kali menjadi tempat menyimpan ribuan foto, video, dokumen, dan berkas pribadi. Walaupun data tersebut masih berada di server, keluarga belum tentu dapat mengaksesnya.

Penyedia layanan biasanya menerapkan perlindungan privasi dan prosedur verifikasi sebelum memproses permintaan dari keluarga atau perwakilan hukum. Akta kematian dan dokumen yang membuktikan hubungan atau kewenangan pemohon dapat diperlukan, bergantung pada kebijakan layanan.

Kondisi ini menjadi alasan penting untuk membuat salinan cadangan dokumen yang memang perlu diwariskan dan mengatur aksesnya secara aman sejak awal.

Bagaimana dengan Pesan Pribadi dan Email?

Pesan pribadi termasuk bagian paling sensitif dari warisan digital. Percakapan melalui email atau media sosial dapat berisi informasi keluarga, pekerjaan, hubungan pribadi, dan hal-hal yang tidak pernah dimaksudkan untuk diketahui orang lain.

Karena itu, status sebagai anggota keluarga tidak otomatis memberikan hak untuk membaca semua pesan pribadi orang yang meninggal. Sebagian platform membatasi akses tersebut meskipun akun telah dijadikan profil kenangan.

Perlindungan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kerahasiaan komunikasi pengguna. Keinginan keluarga untuk mengenang seseorang perlu dibedakan dari hak untuk mengakses seluruh informasi pribadinya.

Sebelum mengambil tindakan, keluarga sebaiknya memeriksa prosedur resmi penyedia layanan. Menggunakan kata sandi milik orang yang telah meninggal untuk masuk ke akun tanpa memahami ketentuan layanan dapat menimbulkan persoalan privasi maupun hukum.

Aset Digital Tidak Selalu Bisa Diwariskan seperti Barang Fisik

Selain foto dan dokumen, seseorang mungkin memiliki aset digital yang bernilai ekonomi. Contohnya meliputi nama domain, situs web, akun bisnis, karya digital, saldo pada layanan tertentu, serta koleksi konten yang dibeli secara daring.

Namun, tidak semua aset digital dapat dialihkan kepada ahli waris dengan cara yang sama seperti uang tunai atau barang milik pribadi. Sebagian pembelian digital hanya memberikan hak penggunaan berdasarkan lisensi, bukan kepemilikan penuh atas kontennya.

Akun yang digunakan untuk menjalankan usaha juga dapat menyimpan informasi penting, seperti data pelanggan, dokumen transaksi, dan akses ke layanan bisnis. Jika akun tersebut hanya dikelola oleh satu orang, kegiatan usaha berisiko terganggu ketika orang tersebut meninggal dunia.

Oleh sebab itu, perencanaan warisan digital sebaiknya mencakup pemisahan antara akun pribadi dan akun bisnis, pencatatan aset yang relevan, serta penentuan orang yang berwenang mengurusnya.

Cara Mempersiapkan Warisan Digital Sebelum Meninggal

Perencanaan warisan digital tidak harus rumit. Langkah awalnya adalah mengenali akun dan data yang benar-benar penting, kemudian menentukan bagaimana data tersebut sebaiknya dikelola apabila pemiliknya meninggal dunia.

Buat Daftar Akun dan Aset Digital

Catat layanan yang digunakan, seperti email, media sosial, penyimpanan awan, situs web, akun bisnis, dan layanan berlangganan. Jelaskan tujuan setiap akun serta tindakan yang diinginkan, misalnya dipertahankan, dialihkan sesuai ketentuan, atau ditutup.

Daftar tersebut sebaiknya disimpan dengan aman dan diperbarui secara berkala.

Gunakan Fitur Pewarisan Digital

Periksa apakah layanan yang digunakan menyediakan fitur khusus untuk mengatur akun setelah kematian atau ketidakaktifan dalam jangka waktu tertentu.

Google memiliki Inactive Account Manager, sedangkan Facebook menyediakan pengaturan kontak pewaris dan memorialisasi. Pengguna perangkat Apple juga dapat memeriksa fitur Digital Legacy untuk menentukan kontak yang dapat mengajukan akses terhadap data tertentu setelah kematian.

Setiap fitur memiliki batasan tersendiri. Karena itu, penting untuk memahami jenis data yang dapat diakses, dokumen yang diperlukan, dan jangka waktu yang berlaku.

Simpan Informasi Akses dengan Aman

Jangan menyimpan seluruh kata sandi secara terbuka dalam dokumen yang mudah ditemukan orang lain. Gunakan pengelola kata sandi atau metode penyimpanan aman yang memungkinkan orang tepercaya menemukan petunjuk akses ketika diperlukan.

Informasi tersebut perlu dilindungi selama pemilik akun masih hidup. Tujuannya bukan memberikan akses bebas kepada orang lain, melainkan memastikan urusan penting dapat ditangani sesuai keinginan pemiliknya.

Sampaikan Keinginan kepada Keluarga

Bicarakan secara jelas mengenai data yang ingin dipertahankan dan akun yang ingin dihapus. Jika terdapat aset digital bernilai ekonomi atau kepentingan bisnis, pertimbangkan untuk memasukkan pengaturannya dalam perencanaan warisan dan meminta nasihat profesional sesuai hukum yang berlaku.

Langkah ini dapat mengurangi kebingungan keluarga sekaligus membantu mencegah penyalahgunaan identitas digital setelah kematian.

Penutup

Data digital dapat bertahan setelah pemiliknya meninggal dunia, tetapi keberadaannya tidak menjamin bahwa keluarga dapat mengakses atau mewariskannya. Kebijakan platform, pengaturan privasi, ketentuan lisensi, dan aturan hukum menentukan bagaimana akun serta data tersebut diperlakukan.

Perkembangan teknologi membuat kehidupan seseorang semakin banyak tersimpan dalam bentuk digital. Karena itu, warisan tidak lagi hanya berkaitan dengan rumah, uang, atau barang berharga, tetapi juga foto, dokumen, karya, akun, dan informasi yang memiliki arti bagi keluarga.

Mempersiapkan warisan digital sejak dini merupakan langkah praktis untuk menjaga privasi, melindungi aset, dan memastikan data penting ditangani sesuai keinginan pemiliknya.

Referensi

  1. eSafety Commissioner Australia, “What Happens to Your Digital Accounts After You Die”.

  2. Google Account Help, “About Inactive Account Manager”.

  3. Google Account Help, “Submit a Request Regarding a Deceased User's Account”.

  4. Facebook Help Centre, “About Memorialised Accounts”.

  5. Apple, “Digital Legacy”.

Berita Terkait