Tips n Trik . 16/10/2026, 15:04 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Kebiasaan mencari informasi sendiri dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan kemampuan memecahkan masalah. Anak belajar bahwa kebingungan tidak selalu harus berakhir dengan menunggu jawaban dari orang lain, karena ada sumber informasi yang dapat diperiksa.
Namun, anak perlu memahami bahwa tidak semua informasi di internet benar. Ajarkan mereka membandingkan informasi dari sumber tepercaya, seperti situs pendidikan, perpustakaan digital, atau materi yang direkomendasikan guru. Untuk anak yang masih kecil, pencarian sebaiknya dilakukan melalui sumber yang telah disiapkan orang tua.
Aplikasi catatan memungkinkan anak menulis ringkasan, menyimpan rumus, mencatat kosakata baru, dan membuat daftar tugas sekolah dalam satu tempat.
Anak dapat membuat catatan berdasarkan mata pelajaran, kemudian membuka kembali materi tersebut ketika hendak mengerjakan latihan atau mempersiapkan ujian. Sebagian aplikasi juga menyediakan daftar periksa yang dapat digunakan untuk menandai tugas yang sudah selesai.
Fitur ini membantu anak membangun kebiasaan belajar aktif. Daripada hanya membaca materi berulang kali, anak dapat berlatih menuliskan kembali informasi dengan bahasanya sendiri dan mengidentifikasi bagian yang belum dipahami.
Orang tua tidak harus memeriksa setiap catatan setiap hari. Cukup lakukan evaluasi berkala untuk melihat apakah anak memahami materi dan mampu menyusun informasi secara teratur.
Kemandirian belajar bukan berarti anak dibiarkan menggunakan seluruh fitur HP tanpa batasan. Fitur kontrol orang tua tetap penting untuk mengatur akses aplikasi, membatasi waktu penggunaan, dan mengurangi kemungkinan anak menemukan konten yang tidak sesuai usia.
Pada Android, keluarga dapat memanfaatkan Google Family Link untuk mengelola sejumlah pengaturan perangkat anak. Perangkat Apple menyediakan fitur Screen Time untuk mengatur batas penggunaan aplikasi dan pembatasan konten.
Pengaturan ini dapat membantu orang tua menyediakan lingkungan digital yang lebih terarah. Anak tetap dapat menggunakan aplikasi pembelajaran, tetapi akses ke permainan atau layanan hiburan bisa diatur sesuai kesepakatan keluarga.
Sebaiknya, aturan penggunaan HP dijelaskan kepada anak secara terbuka. Anak perlu memahami alasan pembatasan tersebut, bukan sekadar melihatnya sebagai larangan. Dengan demikian, pengawasan dapat menjadi bagian dari proses belajar bertanggung jawab ketika menggunakan teknologi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media