Cara Memeriksa Apakah Nomor Telepon atau Pesan yang Masuk Terindikasi Penipuan
Nomor telepon yang tidak dikenal atau pesan singkat yang menawarkan hadiah, meminta uang, dan mengaku berasal dari lembaga resmi perlu diperiksa
-
Pesan meminta kamu mengeklik tautan untuk mendapatkan hadiah atau menyelesaikan masalah yang tidak pernah kamu alami.
-
Pengirim meminta PIN, kata sandi, kode OTP, atau data kartu pembayaran.
-
Pesan mengandung ancaman bahwa rekening akan diblokir jika kamu tidak segera bertindak.
-
Pengirim meminta transfer uang dengan alasan darurat atau biaya administrasi.
-
Tautan menggunakan alamat situs yang menyerupai nama perusahaan resmi, tetapi memiliki tambahan karakter, ejaan berbeda, atau domain yang tidak wajar.
-
Pesan berisi lampiran atau aplikasi yang harus dipasang dari sumber tidak dikenal.
Satu ciri saja belum cukup untuk memastikan penipuan. Akan tetapi, jika beberapa tanda tersebut muncul bersamaan, jangan terburu-buru mengikuti instruksi pengirim.
Baca Juga
Cara paling aman adalah membuka aplikasi atau situs resmi secara mandiri, bukan melalui tautan dalam pesan. Jika pesan mengatasnamakan bank, perusahaan ekspedisi, marketplace, atau instansi pemerintah, hubungi layanan pelanggan melalui saluran resmi yang kamu cari sendiri.
4. Waspadai Nomor yang Mengaku sebagai Pihak Resmi
Baca Juga
Nama dan foto profil WhatsApp dapat dibuat menyerupai identitas perusahaan, bank, kurir, atau petugas pemerintah. Karena itu, tampilan profil saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa pengirim benar-benar mewakili lembaga tersebut.
Penipu juga dapat menggunakan teknik pemalsuan identitas penelepon atau caller ID spoofing. Teknik ini memungkinkan informasi nomor yang tampil pada perangkat berbeda dari sumber panggilan sebenarnya dalam kondisi tertentu.
Jika seseorang mengaku sebagai petugas bank, jangan langsung mempercayai informasi tersebut. Akhiri panggilan jika diperlukan, kemudian hubungi nomor resmi yang tercantum di situs atau aplikasi lembaga bersangkutan.
Jangan memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, atau akses ke perangkat hanya karena penelepon mengetahui nama lengkap, nomor rekening, atau informasi pribadi lainnya. Informasi tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa orang yang menghubungi kamu adalah pihak resmi.
5. Periksa Apakah Pesan Meminta Kode OTP atau Data Rahasia
Kode OTP atau one-time password merupakan kode verifikasi yang digunakan untuk mengonfirmasi tindakan tertentu, seperti masuk ke akun atau menyelesaikan transaksi. Kode tersebut harus dijaga kerahasiaannya.
Jika seseorang meminta kode OTP melalui telepon, SMS, atau WhatsApp, hentikan komunikasi dan periksa keperluan verifikasi tersebut melalui aplikasi resmi. Jangan pernah memberikan kode hanya karena pengirim mengaku sebagai petugas layanan pelanggan.
Hal serupa berlaku untuk PIN, kata sandi, kode pemulihan akun, dan informasi keamanan lainnya. Penipu dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk mengambil alih akun, menyetujui transaksi, atau mengubah akses ke layanan digital.
Perlu diketahui bahwa kode OTP yang tidak pernah kamu minta juga patut diperhatikan. Kondisi tersebut bisa menandakan seseorang sedang mencoba masuk ke akun atau menggunakan nomor kamu untuk proses verifikasi. Jangan bagikan kode itu kepada siapa pun, lalu periksa keamanan akun terkait.
6. Verifikasi Pesan melalui Kanal Resmi
Ketika menerima informasi yang mengatasnamakan perusahaan atau lembaga tertentu, lakukan verifikasi melalui saluran komunikasi yang sudah dipastikan keasliannya.