Cyber . 13/10/2026, 12:55 WIB

Mengapa Komputer Bisa Kehabisan Memori meski Ruang SSD Masih Luas?

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Komputer bisa kehabisan memori meski ruang penyimpanan SSD masih luas karena RAM dan SSD memiliki fungsi yang berbeda. RAM digunakan untuk menampung data sementara yang dibutuhkan aplikasi saat berjalan, sedangkan SSD menyimpan file, program, dan sistem operasi dalam jangka panjang. Karena itu, kapasitas SSD yang masih lega tidak menjamin komputer bebas dari masalah kekurangan memori.

Kondisi ini sering membuat pengguna bingung. Drive C masih memiliki puluhan hingga ratusan gigabyte ruang kosong, tetapi komputer justru terasa lambat, aplikasi mendadak tidak merespons, atau muncul peringatan bahwa memori tidak mencukupi. Untuk memahami penyebabnya, pengguna perlu mengetahui cara kerja RAM, SSD, dan memori virtual dalam sistem komputer.

RAM dan SSD Memiliki Fungsi yang Berbeda

RAM atau Random Access Memory merupakan tempat penyimpanan sementara yang digunakan komputer untuk menjalankan aplikasi dan memproses data secara aktif. Ketika pengguna membuka browser dengan banyak tab, mengedit video, menjalankan game, atau membuka beberapa aplikasi sekaligus, sebagian kapasitas RAM akan digunakan.

Sementara itu, SSD atau Solid State Drive berfungsi menyimpan data secara permanen, termasuk sistem operasi, dokumen, foto, video, dan aplikasi yang terpasang. Data tersebut tetap tersimpan meskipun komputer dimatikan.

Perbedaan fungsi ini menjadi alasan utama mengapa komputer dapat kehabisan memori meski SSD belum penuh. Sebagai contoh, komputer dengan RAM 8 GB dan SSD 1 TB tetap bisa mengalami kekurangan RAM ketika terlalu banyak aplikasi berjalan bersamaan.

Dalam situasi tersebut, ruang kosong pada SSD tidak secara otomatis menambah kapasitas RAM. Keduanya merupakan komponen berbeda dengan cara kerja dan kecepatan akses yang tidak sama.

1. Terlalu Banyak Aplikasi Berjalan Bersamaan

Salah satu penyebab paling umum adalah terlalu banyak aplikasi yang aktif secara bersamaan. Setiap aplikasi membutuhkan sejumlah RAM untuk menyimpan data sementara, menjalankan proses, dan mempertahankan informasi yang sedang digunakan.

Ketika pengguna membuka browser dengan puluhan tab, aplikasi komunikasi, perangkat lunak pengolah dokumen, dan program pengeditan gambar secara bersamaan, kebutuhan RAM dapat meningkat dengan cepat.

Aplikasi yang berjalan di latar belakang juga bisa menggunakan memori meskipun jendelanya tidak terlihat. Beberapa program tetap aktif untuk menerima notifikasi, menyinkronkan data, memeriksa pembaruan, atau menjalankan layanan tertentu.

Jika kebutuhan seluruh aplikasi mendekati atau melampaui kapasitas RAM yang tersedia, komputer dapat mulai melambat. Sistem operasi mungkin memindahkan sebagian data ke memori virtual, tetapi proses ini tidak selalu mampu mempertahankan kinerja seperti saat menggunakan RAM secara langsung.

2. Browser Menghabiskan Banyak RAM

Browser modern termasuk aplikasi yang dapat menggunakan RAM dalam jumlah besar. Hal ini terjadi karena setiap tab, ekstensi, halaman web, dan proses tertentu dapat membutuhkan sumber daya tersendiri.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com