Tips n Trik . 09/10/2026, 11:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Hindari memindai dokumen yang terlipat, kusut, atau melengkung jika masih memungkinkan untuk dirapikan.
Gunakan pencahayaan ruangan yang cukup atau cahaya alami dari jendela. Hindari bayangan tangan yang menutupi tulisan dan pantulan lampu yang membuat sebagian halaman terlihat putih berlebihan.
Lampu kilat tidak selalu menjadi solusi terbaik. Pada kertas yang mengilap atau dokumen berlapis plastik, cahaya kilat justru dapat menghasilkan pantulan yang mengganggu keterbacaan.
Usahakan kamera berada sejajar dengan permukaan kertas. Jika HP dimiringkan terlalu jauh, bentuk halaman dapat terlihat menyempit di salah satu sisi.
Aplikasi scanner biasanya mampu memperbaiki perspektif, tetapi hasilnya akan lebih baik jika gambar awal sudah diambil dari posisi yang benar.
Bersihkan lensa kamera sebelum memindai dokumen. Pegang HP dengan stabil dan tunggu sampai tulisan terlihat tajam sebelum mengambil gambar.
Setelah selesai, perbesar hasil pemindaian untuk memeriksa angka, tanda tangan, nomor identitas, dan informasi kecil lainnya.
Setelah dokumen dipindai, pengguna perlu memilih format file yang sesuai.
PDF lebih cocok untuk dokumen resmi, surat, berkas lamaran kerja, tugas sekolah, dan dokumen yang terdiri atas beberapa halaman. Beberapa halaman dapat digabungkan menjadi satu file sehingga lebih mudah dikirim dan dibaca secara berurutan.
Sementara itu, JPG lebih sesuai jika penerima hanya membutuhkan gambar satu halaman. Format ini juga dapat digunakan ketika sebuah formulir atau layanan meminta dokumen dalam bentuk gambar.
Perlu diingat bahwa JPG merupakan format gambar, sedangkan PDF merupakan format dokumen yang dapat memuat teks, gambar, dan beberapa halaman. Keduanya tidak otomatis menjamin hasil pemindaian memiliki kualitas tinggi. Ketajaman dan keterbacaan tetap bergantung pada kualitas gambar sumber.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media