Cyber . 09/10/2026, 11:31 WIB

Benarkah AI Mengancam Keberadaan Manusia seperti Digambarkan Banyak Film?

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

Masalahnya, masyarakat mungkin semakin sulit membedakan konten asli dari konten buatan AI hanya dengan mengandalkan pengamatan sekilas. Jika teknologi tersebut digunakan secara terorganisasi, dampaknya bisa meluas ke penipuan finansial, pencemaran nama baik, dan penyebaran informasi palsu.

2. AI Dapat Memperkuat Serangan Siber

AI juga dapat membantu pelaku kejahatan menyusun pesan phishing, menganalisis target, atau mengotomatisasi bagian tertentu dari serangan digital.

Di sisi lain, teknologi serupa bisa digunakan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, menemukan kelemahan sistem, dan mempercepat respons keamanan siber.

Artinya, AI bukan hanya alat penyerang. Teknologi ini juga dapat menjadi bagian dari pertahanan. Risiko muncul ketika kemampuan tersebut digunakan tanpa pengamanan yang memadai atau jatuh ke tangan pihak yang berniat melakukan kejahatan.

3. Pekerjaan Manusia Dapat Berubah atau Tergantikan

Ancaman lain yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat adalah perubahan pasar kerja.

AI mampu membantu mengerjakan tugas seperti menyusun laporan, merangkum dokumen, membuat materi pemasaran, memproses data, dan memberikan layanan pelanggan. Sebagian pekerjaan yang terdiri atas tugas rutin berpotensi berkurang kebutuhannya, sementara pekerjaan lain akan mengalami perubahan cara kerja.

Namun, hal ini tidak berarti semua pekerjaan manusia akan hilang. Dampaknya bergantung pada jenis pekerjaan, kemampuan perusahaan menerapkan teknologi, kebutuhan masyarakat, serta kemampuan pekerja untuk beradaptasi.

Persoalan utamanya adalah apakah perubahan tersebut berlangsung cukup cepat sehingga pekerja dan sistem pendidikan kesulitan mengikutinya. Jika tidak dikelola dengan baik, manfaat produktivitas AI dapat disertai ketimpangan ekonomi dan kesulitan mencari pekerjaan.

4. Keputusan Penting Bisa Terpengaruh Kesalahan AI

AI semakin banyak digunakan untuk membantu pengambilan keputusan. Dalam konteks tertentu, sistem ini dapat mendukung analisis kesehatan, penyaringan lamaran kerja, penilaian risiko, atau pelayanan publik.

Namun, AI dapat menghasilkan jawaban keliru, menggunakan data yang bias, atau memberikan rekomendasi yang sulit dijelaskan. Jika hasilnya diterima begitu saja tanpa pemeriksaan manusia, kesalahan tersebut berpotensi merugikan banyak orang.

National Institute of Standards and Technology (NIST) di Amerika Serikat menekankan pentingnya pengelolaan risiko AI agar sistem yang dikembangkan dan digunakan tetap dapat diandalkan, aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, bahaya AI saat ini bukan hanya terletak pada apa yang dapat dilakukan mesin, tetapi juga pada keputusan manusia yang terlalu bergantung pada hasilnya.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com