Gadget . 08/10/2026, 11:46 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Karena itu, peningkatan RAM lebih tepat dilihat sebagai cara mengurangi potensi keterbatasan memori, bukan sebagai pengganti prosesor atau NPU yang lebih cepat.
Hal yang sama berlaku untuk kapasitas SSD.
SSD 1 TB tidak otomatis membuat AI lebih cepat daripada SSD 512 GB. Kapasitas menunjukkan berapa banyak data yang dapat disimpan, sedangkan performa dipengaruhi oleh teknologi penyimpanan, antarmuka, controller, dan karakteristik perangkat.
Namun, kapasitas besar tetap semakin relevan karena aplikasi AI, model lokal, sistem operasi, aplikasi biasa, serta file pengguna harus berbagi ruang yang sama.
Ketika perangkat hanya memiliki kapasitas penyimpanan kecil, ruang kosong dapat lebih cepat habis setelah digunakan untuk berbagai kebutuhan tersebut.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada laptop dan PC.
Smartphone generasi baru semakin banyak menawarkan fitur AI yang bekerja langsung di perangkat. Pemrosesan foto, penghapusan objek, penerjemahan, transkripsi, pencarian berbasis konteks, hingga berbagai fitur generatif dapat menggunakan model yang berjalan secara lokal.
Konsepnya sama: AI membutuhkan kombinasi kemampuan pemrosesan dan memori.
Karena itu, kapasitas RAM 8 GB, 12 GB, atau 16 GB pada smartphone masa kini tidak dapat selalu dibandingkan secara langsung dengan angka RAM pada smartphone beberapa tahun lalu.
Beban kerja perangkat juga berubah.
Smartphone modern menjalankan sistem operasi yang semakin kompleks, aplikasi yang semakin berat, kamera dengan pemrosesan komputasional, serta berbagai fitur AI yang membutuhkan sumber daya tambahan.
Untuk penggunaan sehari-hari dan berbagai kebutuhan AI lokal saat ini, 16 GB RAM merupakan titik yang jauh lebih masuk akal dibandingkan 8 GB jika perangkat memang ditujukan untuk digunakan dalam jangka panjang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media