Cyber . 08/10/2026, 10:49 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Karena itu, aplikasi yang terus aktif di latar belakang tidak otomatis berarti aplikasi tersebut bermasalah.
Pengguna perlu melihat apakah aktivitas tersebut masuk akal dengan fungsi aplikasinya.
Cara paling sederhana adalah membandingkan konsumsi baterai dengan durasi penggunaan.
Misalnya, aplikasi A digunakan selama tiga jam dan menghabiskan 10 persen baterai. Sementara aplikasi B hanya dibuka selama beberapa menit tetapi menghabiskan persentase yang hampir sama.
Aplikasi B lebih layak diperiksa.
Perbedaan tersebut dapat menunjukkan bahwa aplikasi B melakukan aktivitas ketika tidak sedang digunakan. Pengguna kemudian dapat membuka halaman informasi baterai aplikasi untuk melihat apakah terdapat aktivitas latar belakang yang cukup tinggi.
Jika aplikasi tersebut bukan aplikasi penting, aktivitas latar belakangnya dapat dibatasi.
Android pada banyak perangkat menyediakan pengaturan konsumsi baterai per aplikasi.
Umumnya, pengaturan tersebut dapat ditemukan melalui:
Pengaturan > Aplikasi > pilih aplikasi > Baterai
Tergantung perangkat, pengguna dapat menemukan pilihan seperti penggunaan baterai yang dioptimalkan, dibatasi, atau tidak dibatasi.
Untuk aplikasi yang tidak membutuhkan aktivitas terus-menerus, pembatasan penggunaan baterai dapat membantu mengurangi konsumsi energi.
Namun, langkah ini sebaiknya tidak diterapkan secara sembarangan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media