Gadget . 21/09/2026, 19:59 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Namun, teknologi layar modern justru semakin diarahkan agar tidak menggunakan refresh rate maksimum ketika tidak diperlukan.
Android 15, misalnya, memperkenalkan Adaptive Refresh Rate pada perangkat keras yang mendukung. Android 16 kemudian menambahkan API yang membantu aplikasi memanfaatkan sistem tersebut dengan lebih baik.
Pendekatan adaptif membuat layar dapat memberikan respons yang halus ketika dibutuhkan, tetapi menekan konsumsi energi ketika gambar tidak banyak bergerak.
Pada sejumlah HP Android, pengguna dapat melihat refresh rate aktual melalui Developer Options.
Android Developers menyebut adanya opsi "Show refresh rate" yang dapat menampilkan refresh rate yang sedang digunakan perangkat.
Saat fitur tersebut diaktifkan, pengguna mungkin melihat angkanya berubah ketika melakukan scrolling, membuka aplikasi tertentu, menonton video, atau membiarkan layar dalam kondisi relatif statis.
Perubahan tersebut tidak selalu menandakan adanya kerusakan.
Sebaliknya, pada perangkat dengan adaptive refresh rate, perubahan merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan layar.
Layar 120Hz tidak harus bekerja pada 120Hz sepanjang waktu. Angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai kemampuan refresh rate maksimum layar.
Sistem operasi, aplikasi, frame rate konten, mode hemat baterai, performa perangkat, dan teknologi adaptive refresh rate dapat menentukan seberapa cepat layar diperbarui pada suatu saat.
Teknologi layar modern bahkan bergerak menuju refresh rate yang semakin dinamis. Tujuannya bukan sekadar mengejar angka tertinggi, melainkan menyeimbangkan kelancaran tampilan dengan konsumsi energi.
Karena itu, ketika layar HP 120Hz sesekali berjalan pada 60Hz atau refresh rate lainnya, kondisi tersebut belum tentu merupakan masalah. Dalam banyak kasus, justru sistem sedang menyesuaikan layar dengan kebutuhan konten dan kondisi perangkat.
Referensi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media