Cyber

Mengapa Kabel Charger yang Terlalu Panjang Bisa Memengaruhi Pengisian Daya?

Kabel charger dengan panjang dua atau tiga meter sering dipilih karena lebih praktis. HP tetap dapat digunakan di tempat tidur atau sofa meskipun posisi

Mengapa Kabel Charger yang Terlalu Panjang Bisa Memengaruhi Pengisian Daya?
Kabel Charger Panjang, Ilustrasi: DALL·E 3

Produsen harus menjaga biaya produksi.

Salah satu komponen penting kabel adalah jumlah dan ukuran material konduktornya. Menggunakan tembaga lebih banyak untuk mempertahankan resistansi rendah pada kabel panjang tentu meningkatkan kebutuhan material.

Jika kabel dibuat panjang tetapi menggunakan konduktor terlalu kecil, resistansi dapat meningkat.

Kualitas konektor juga berpengaruh. Sambungan yang kurang baik dapat menambahkan resistansi pada jalur listrik.

USB-IF sendiri mempunyai program sertifikasi kabel untuk memastikan produk memenuhi standar tertentu. Organisasi tersebut menegaskan bahwa tidak semua kabel memiliki kemampuan yang sama dan kabel USB dapat disertifikasi untuk fungsi serta kemampuan yang berbeda.

Panjang Juga Bisa Memengaruhi Transmisi Data

Masalah kabel panjang bukan hanya mengenai charging.

Kabel USB juga membawa sinyal data. Pada kecepatan transfer tinggi, integritas sinyal menjadi persoalan penting.

Semakin tinggi kecepatan data, desain kabel harus semakin baik untuk mempertahankan kualitas sinyal. Karena alasan tersebut, kabel USB berkecepatan sangat tinggi mempunyai persyaratan teknis yang lebih kompleks.

Pada penggunaan tertentu, produsen bahkan dapat menggunakan active cable yang mempunyai komponen elektronik untuk membantu mempertahankan kualitas transmisi.

Jadi, sebuah kabel yang sangat panjang mungkin cukup untuk mengisi daya sederhana, tetapi belum tentu mampu menjalankan transfer data berkecepatan tinggi sesuai kemampuan port USB yang digunakan.

Cara Memilih Kabel Charger Panjang

Jika membutuhkan kabel dua atau tiga meter, pengguna sebenarnya tidak perlu menghindarinya. Hal yang lebih penting adalah memastikan spesifikasinya sesuai dengan perangkat.

Periksa kemampuan daya kabel, terutama jika digunakan bersama charger fast charging berdaya tinggi. Untuk USB-C, informasi mengenai kemampuan 60 W atau 240 W dapat menjadi salah satu petunjuk pada kabel yang mengikuti sistem penandaan USB-IF.

Kualitas konstruksi juga perlu diperhatikan. Konektor yang longgar, kabel yang mudah panas, atau pengisian yang sering terputus dapat menunjukkan adanya masalah.

Berita Terkait