Cyber . 21/09/2026, 19:22 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
CEO Nvidia Jensen Huang juga termasuk tokoh industri teknologi yang secara terbuka menolak anggapan bahwa AI akan membawa manusia menuju kehancuran dalam waktu dekat.
Dalam wawancara dengan CBS News yang dikutip BBC, Huang menilai klaim mengenai AI yang dapat menghancurkan umat manusia terlalu berlebihan.
"2030 tidak akan menjadi akhir dunia. Kemungkinannya nol persen bahwa itu akan menjadi akhir dunia," kata Huang.
Huang bahkan mengatakan menakut-nakuti masyarakat mengenai kemungkinan tersebut merupakan tindakan yang tidak diperlukan dan tidak bertanggung jawab.
Sikap skeptis juga diperlihatkan Colin Fraser, ilmuwan data di Meta. Ia menilai belum terdapat bukti nyata bahwa model AI secara otomatis akan mengejar suatu tujuan yang akhirnya menyebabkan kematian manusia.
Perbedaan pendapat tersebut memperlihatkan bahwa industri AI sendiri belum memiliki kesepakatan mengenai seberapa besar kemungkinan skenario terburuk tersebut benar-benar terjadi.
Skeptisisme terhadap skenario kepunahan manusia tidak berarti risiko AI dianggap sepele.
Justru terdapat sejumlah persoalan yang dinilai lebih dekat dengan kondisi saat ini dan telah menjadi perhatian peneliti keamanan AI.
International AI Safety Report 2026 membagi risiko AI tujuan umum ke dalam beberapa kategori besar, termasuk penyalahgunaan secara sengaja, kegagalan atau malfungsi sistem, serta risiko sistemik yang dapat muncul ketika AI digunakan secara luas dalam masyarakat.
Beberapa risiko bahkan sudah dapat diamati.
AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menghasilkan materi penipuan, manipulasi informasi, hingga mendukung aktivitas siber. Model AI yang semakin canggih juga memiliki kemampuan menemukan kerentanan perangkat lunak serta menghasilkan kode komputer.
Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk kepentingan positif, misalnya membantu menemukan kelemahan sistem sebelum dieksploitasi pihak lain. Namun, kemampuan yang sama juga dapat disalahgunakan untuk melakukan serangan.
Karakter seperti ini dikenal sebagai teknologi dual-use, yaitu teknologi yang dapat memberikan manfaat sekaligus berpotensi digunakan untuk tujuan berbahaya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media