Gadget . 20/09/2026, 09:48 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Jika melihat kembali smartphone keluaran sekitar satu dekade lalu, tombol Home menjadi salah satu bagian yang hampir selalu terlihat di bagian depan perangkat. Tombol tersebut biasanya ditempatkan tepat di bawah layar dan berfungsi sebagai jalan pintas untuk kembali ke halaman utama.
Namun, desain HP modern berubah drastis. Tombol Home fisik perlahan menghilang dan bagian depan perangkat kini hampir seluruhnya dipenuhi layar. Bahkan tombol navigasi virtual juga dapat digantikan dengan sistem gestur.
Perubahan tersebut bukan sekadar tren desain. Perkembangan sistem operasi, layar sentuh, sensor biometrik, dan navigasi berbasis gestur membuat fungsi tombol Home fisik dapat digantikan sepenuhnya oleh perangkat lunak.
Salah satu alasan utama tombol Home tidak lagi dibutuhkan adalah munculnya navigasi gestur.
Pada Android modern, pengguna dapat kembali ke layar utama dengan mengusap layar dari bagian bawah. Gerakan tertentu juga dapat digunakan untuk melihat aplikasi yang sedang aktif, sementara gerakan dari sisi layar dapat menjalankan fungsi Back.
Dokumentasi Android menjelaskan bahwa gesture navigation tidak menggunakan tombol Back, Home, dan Overview. Sebagai gantinya, sistem dapat menampilkan sebuah gesture handle, kemudian pengguna melakukan navigasi melalui gerakan jari pada layar. (Android Developers)
Artinya, tiga fungsi navigasi yang sebelumnya membutuhkan tombol dapat dilakukan melalui permukaan layar yang sama.
Cara tersebut juga membuat navigasi menjadi lebih fleksibel karena produsen tidak perlu menyediakan ruang khusus untuk tombol fisik.
Hilangnya tombol Home memberikan keuntungan besar terhadap desain smartphone, yaitu bertambahnya area yang dapat digunakan sebagai layar.
Pada smartphone lama, bagian bawah perangkat harus menyediakan bezel cukup lebar untuk menempatkan tombol Home. Jika terdapat sensor sidik jari di tombol tersebut, ruang yang dibutuhkan bisa menjadi semakin besar.
Ketika tombol tersebut dihilangkan, produsen dapat memperpanjang layar hingga mendekati bagian bawah perangkat.
Konsep ini berkembang menjadi desain edge-to-edge yang banyak digunakan smartphone modern.
Android sendiri terus mendorong pendekatan tersebut. Pada Android 15, misalnya, aplikasi yang menargetkan API level 35 menggunakan tampilan edge-to-edge secara default sehingga konten dapat memanfaatkan area layar secara lebih luas. (Android Developers)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media