Gadget . 13/09/2026, 11:36 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
A20 Pro juga membawa Dual 16-core Neural Engine dengan total 32 inti. Apple mengklaim kemampuan pemrosesan AI pada chip ini dua kali lebih besar dibandingkan A19 Pro. Neural Engine adalah bagian khusus pada chip yang dirancang untuk menangani pekerjaan AI dan machine learning secara lebih efisien.
Pada iPhone 18 Pro, peningkatan tersebut digunakan untuk mendukung Apple Intelligence, Siri AI, dan fotografi komputasional. Misalnya, AI dapat membantu mengolah gambar, memahami permintaan pengguna, serta menjalankan sejumlah fitur langsung di perangkat.
Pemrosesan langsung di perangkat atau on-device processing penting karena sebagian pekerjaan tidak perlu selalu dikirim ke server melalui internet. Hal ini berpotensi menghasilkan respons yang lebih cepat dan membantu menjaga data pengguna tetap berada di perangkat untuk proses tertentu.
Apple tetap menggunakan Private Cloud Compute untuk kebutuhan yang lebih kompleks. Dengan demikian, sistem AI pada iPhone 18 Pro dirancang untuk menggabungkan pemrosesan lokal dan layanan cloud sesuai kebutuhan fitur yang digunakan.
Salah satu keunggulan yang biasanya diharapkan dari proses chip lebih modern adalah efisiensi energi. Chip tidak hanya dituntut kencang, tetapi juga harus mampu mengelola daya secara baik agar ponsel tidak cepat kehabisan baterai atau terlalu panas saat menjalankan tugas berat.
Apple menyebut iPhone 18 Pro membawa desain baterai baru yang memanfaatkan efisiensi Apple silicon. Untuk model eSIM-only, iPhone 18 Pro diklaim mampu memutar video hingga 36 jam, sedangkan iPhone 18 Pro Max hingga 45 jam.
Daya tahan baterai aktual tentu dapat berbeda pada setiap pengguna. Aktivitas seperti bermain game, menggunakan kamera dalam durasi lama, mengaktifkan jaringan seluler di area dengan sinyal lemah, atau menjalankan aplikasi berat akan mengonsumsi daya lebih besar.
Selain efisiensi chip, Apple memakai vapor chamber generasi baru untuk mengelola panas. Sistem ini dirancang untuk membantu membuang panas dari A20 Pro saat perangkat menjalankan beban kerja tinggi. Pengendalian panas diperlukan agar performa tidak cepat turun ketika iPhone digunakan untuk game, perekaman video, atau tugas berat lainnya dalam waktu lama.
Teknologi proses 2 nanometer pada A20 Pro menunjukkan arah perkembangan chip ponsel yang kini semakin menekankan tiga hal, yaitu performa, efisiensi, dan kemampuan AI. Bagi iPhone 18 Pro, teknologi tersebut menjadi dasar bagi GPU baru, bandwidth memori yang lebih besar, Neural Engine berkapasitas lebih tinggi, serta pengelolaan daya yang lebih baik.
Namun, 2 nanometer bukan sekadar angka untuk menunjukkan chip lebih kecil. Istilah itu mewakili generasi proses manufaktur yang memungkinkan produsen mengembangkan rancangan chip lebih kompleks dan efisien. Manfaat akhirnya akan terasa melalui respons aplikasi yang lebih cepat, kemampuan grafis yang lebih kuat, fitur AI yang lebih siap, dan daya tahan baterai yang lebih terjaga.
Apple, Apple Debuts iPhone 18 Pro and iPhone 18 Pro Max
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media