Apa Bisa Bikin Aplikasi tanpa Punya Kemampuan Coding? Sekarang Bisa!
Membuat aplikasi dahulu identik dengan menulis ribuan baris kode, memahami bahasa pemrograman, mengelola basis data, dan melakukan pengujian teknis. Proses
Semakin sensitif data yang dikelola, semakin besar pula kebutuhan terhadap pemeriksaan profesional. Aplikasi yang menyimpan informasi kesehatan, data keuangan, kata sandi, identitas penduduk, atau pembayaran tidak seharusnya diluncurkan hanya berdasarkan hasil otomatis dari AI.
Keterbatasan Membuat Aplikasi tanpa Coding
No-code dan AI app builder memang mempermudah pengembangan, tetapi keduanya memiliki batasan.
Pertama, pengguna bergantung pada fitur yang disediakan platform. Apabila fungsi tertentu belum tersedia, pengguna mungkin harus memasang plugin, menghubungkan layanan pihak ketiga, atau meminta bantuan pengembang.
Kedua, biaya dapat meningkat ketika jumlah pengguna, penyimpanan data, kapasitas server, atau penggunaan fitur otomatis bertambah. Paket gratis biasanya lebih sesuai untuk belajar dan membuat prototipe daripada menjalankan aplikasi berskala besar.
Baca Juga
Ketiga, pemindahan aplikasi ke platform lain tidak selalu mudah. Sebagian layanan mengizinkan kode diekspor, tetapi sebagian lainnya menjalankan aplikasi sepenuhnya di dalam sistem milik penyedia.
Keempat, proses publikasi tetap harus mengikuti kebijakan toko aplikasi. Pengguna masih perlu menyiapkan akun pengembang, ikon, tangkapan layar, informasi privasi, klasifikasi usia, serta dokumen lain yang diminta Google Play Store atau Apple App Store.
Cara Memulai Membuat Aplikasi bagi Pemula
Langkah pertama bukan memilih platform, melainkan menentukan masalah yang ingin diselesaikan. Hindari langsung membuat aplikasi dengan terlalu banyak fitur.
Mulailah dari satu fungsi utama. Jika ingin membuat aplikasi stok barang, versi pertama cukup memiliki daftar produk, jumlah stok, pencatatan barang masuk, dan pencatatan barang keluar.
Baca Juga
Setelah itu, buat gambaran sederhana mengenai halaman yang dibutuhkan. Pengguna dapat menentukan halaman login, beranda, daftar produk, formulir penambahan barang, dan laporan stok.
Data yang akan disimpan juga perlu ditentukan sejak awal. Setiap produk, misalnya, dapat memiliki nama, kode, kategori, harga, jumlah stok, dan tanggal pembaruan.
Barulah pengguna memilih platform berdasarkan kebutuhan. AppSheet dapat dipertimbangkan untuk aplikasi berbasis data dan proses internal. Power Apps sesuai untuk lingkungan kerja yang banyak menggunakan layanan Microsoft. Bubble dapat digunakan untuk membangun aplikasi web, sedangkan FlutterFlow dapat dipertimbangkan untuk aplikasi seluler dan lintas platform.
Setelah prototipe selesai, berikan aplikasi kepada beberapa orang untuk diuji. Catat tombol yang membingungkan, proses yang terlalu panjang, serta fungsi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Umpan balik pengguna nyata sering kali mengungkap masalah yang tidak terlihat oleh pembuat aplikasi.