Cyber

Mengenal Enkripsi Pascakuantum yang Disiapkan untuk Melindungi Data Masa Depan

Komputer kuantum menjanjikan kemampuan komputasi yang jauh melampaui komputer konvensional untuk menyelesaikan jenis persoalan tertentu. Teknologi in

Mengenal Enkripsi Pascakuantum yang Disiapkan untuk Melindungi Data Masa Depan
Enkripsi Pascakuantum, Ilustrasi: DALL·E 3

fin.co.id - Komputer kuantum menjanjikan kemampuan komputasi yang jauh melampaui komputer konvensional untuk menyelesaikan jenis persoalan tertentu. Teknologi ini berpotensi membantu penelitian obat, pengembangan material, pemodelan iklim, hingga optimasi industri. Namun, kemampuan yang sama juga dapat menghadirkan ancaman besar terhadap sistem keamanan digital.

Sebagian metode kriptografi yang sekarang melindungi transaksi perbankan, komunikasi pemerintahan, layanan internet, dan dokumen rahasia berpotensi dipecahkan oleh komputer kuantum berskala besar. Untuk mengantisipasinya, para peneliti mengembangkan enkripsi pascakuantum atau post-quantum cryptography.

Teknologi tersebut tidak menunggu sampai komputer kuantum benar-benar mampu membobol enkripsi. Standar dan sistem pendukungnya mulai disiapkan sejak sekarang karena penggantian infrastruktur kriptografi dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Apa Itu Enkripsi Pascakuantum?

Enkripsi pascakuantum merupakan kumpulan algoritma kriptografi yang dirancang agar tetap aman ketika menghadapi serangan komputer konvensional maupun komputer kuantum.

Meskipun namanya mengandung kata "kuantum", algoritma ini tidak harus dijalankan menggunakan komputer kuantum. Enkripsi pascakuantum dibuat agar dapat diterapkan pada komputer, server, ponsel, router, dan perangkat digital konvensional yang digunakan saat ini.

Perbedaannya terletak pada persoalan matematika yang menjadi fondasi keamanannya. Sistem kriptografi kunci publik yang umum digunakan sekarang banyak bergantung pada kesulitan memfaktorkan bilangan besar atau memecahkan logaritma diskret. Persoalan tersebut sangat sulit diselesaikan komputer biasa, tetapi secara teori dapat ditangani lebih efisien oleh komputer kuantum yang mampu menjalankan algoritma Shor.

Enkripsi pascakuantum menggunakan landasan matematika berbeda, seperti kisi terstruktur, fungsi hash, kode koreksi kesalahan, dan persoalan matematika lain yang sejauh ini diyakini sulit dipecahkan oleh komputer kuantum.

Mengapa Komputer Kuantum Mengancam Enkripsi Saat Ini?

Banyak layanan digital menggunakan kriptografi kunci publik seperti RSA dan kriptografi kurva eliptik atau ECC. Teknologi tersebut membantu mengamankan pertukaran kunci, autentikasi pengguna, tanda tangan digital, pembaruan perangkat lunak, dan koneksi HTTPS.

Keamanannya muncul karena komputer konvensional membutuhkan waktu sangat lama untuk menyelesaikan persoalan matematika yang menjadi dasar algoritma tersebut. Akan tetapi, algoritma Shor menunjukkan bahwa komputer kuantum yang cukup kuat dapat memfaktorkan bilangan dan menyelesaikan logaritma diskret secara jauh lebih efisien.

Artinya, RSA, Diffie-Hellman, dan berbagai sistem berbasis kurva eliptik dapat kehilangan perlindungannya apabila komputer kuantum yang relevan secara kriptografis berhasil dibangun.

Ancaman terhadap enkripsi simetris, seperti Advanced Encryption Standard atau AES, tidak sama besarnya. Algoritma Grover dapat mempercepat pencarian kunci secara kuadratik, tetapi tidak langsung menghancurkan AES seperti algoritma Shor terhadap RSA dan ECC. Penggunaan kunci yang lebih panjang, seperti AES-256, dinilai dapat memberikan cadangan keamanan yang lebih memadai dalam menghadapi serangan kuantum.

Data Hari Ini Bisa Dicuri untuk Dibuka Nanti

Berita Terkait