Tips n Trik

Bayar dengan QRIS Kini Bisa Pakai NFC, Bagaimana Cara Kerjanya?

Pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS selama ini identik dengan kegiatan membuka kamera ponsel, memindai kode QR

Bayar dengan QRIS Kini Bisa Pakai NFC, Bagaimana Cara Kerjanya?
QRIS Tap, Ilustrasi: DALL·E 3

Apa Bedanya dengan Memindai Kode QR?

Perbedaan paling terlihat berada pada cara ponsel berkomunikasi dengan terminal. QRIS biasa mengandalkan kamera untuk membaca pola visual, sedangkan QRIS TAP menggunakan pertukaran data melalui NFC.

Pemindaian kode QR lebih mudah diterapkan karena tidak membutuhkan terminal NFC khusus. Merchant cukup menampilkan kode QR statis atau menggunakan perangkat untuk menghasilkan kode dinamis. Metode ini juga dapat digunakan pada lebih banyak jenis ponsel selama tersedia kamera dan aplikasi yang kompatibel.

Sebaliknya, QRIS TAP membutuhkan ponsel berfitur NFC, aplikasi yang telah mendukung layanan tersebut, dan terminal merchant yang kompatibel. Ketersediaannya karena itu belum tentu seluas QRIS berbasis kode.

Keunggulan QRIS TAP terlihat pada kecepatan dan kemudahan penggunaan. Pengguna tidak perlu mengatur fokus kamera, mencari pencahayaan yang tepat, atau menghadapi kode QR yang buram. Karakteristik tersebut menjadikannya berguna di tempat yang membutuhkan arus transaksi cepat, seperti gerbang transportasi.

Apakah Semua Ponsel Bisa Memakainya?

Tidak semua ponsel dapat menggunakan QRIS TAP. Perangkat harus memiliki chip NFC dan menjalankan aplikasi dari penyedia jasa pembayaran yang telah memperoleh izin untuk menyediakan layanan tersebut.

Berdasarkan informasi Bank Indonesia, implementasi awal QRIS TAP tersedia pada aplikasi pembayaran di ponsel Android. Dukungan terhadap sistem operasi dan perangkat lain bergantung pada pengembangan serta kebijakan masing-masing penyelenggara.

Merchant juga harus mempunyai terminal pembayaran yang mendukung NFC dan telah mengaktifkan QRIS TAP. Keberadaan mesin EDC dengan simbol nirsentuh belum otomatis berarti terminal tersebut menerima QRIS TAP. Pengguna tetap perlu mencari tanda QRIS TAP atau menanyakannya kepada petugas.

Bank Indonesia mencatat 16 penyedia jasa pembayaran telah memfasilitasi QRIS TAP per Desember 2025. Daftar tersebut mencakup sejumlah bank dan dompet digital, tetapi ketersediaan fitur pada aplikasi pengguna tetap perlu diperiksa karena penerapannya dapat dilakukan secara bertahap.

Bagaimana dengan Keamanannya?

Jarak komunikasi NFC yang pendek memberikan lapisan perlindungan fisik karena ponsel harus ditempatkan dekat dengan terminal. Akan tetapi, jarak pendek bukan satu-satunya sistem keamanan yang digunakan.

Transaksi QRIS TAP tetap memerlukan otorisasi pengguna sebelum diproses. Aplikasi dapat meminta PIN atau verifikasi biometrik sehingga menempelkan ponsel yang terkunci tidak serta-merta memindahkan dana.

Pengguna juga perlu menerapkan langkah pengamanan dasar. Jangan menyerahkan ponsel yang sudah terbuka kepada orang lain, periksa nominal sebelum memberikan persetujuan, gunakan aplikasi resmi, aktifkan penguncian layar, dan periksa notifikasi transaksi setelah pembayaran.

Jika terjadi kendala, pengguna dapat menghubungi penyedia jasa pembayaran yang menerbitkan sumber dana. Riwayat transaksi pada aplikasi sebaiknya disimpan sebagai bukti saat mengajukan laporan.

Berita Terkait