Kamera HP Sudah 200 MP, Mengapa Foto Belum Tentu Lebih Bagus?
Kamera menjadi salah satu sektor yang paling agresif dikembangkan pada smartphone modern. Jika beberapa tahun lalu kamera 48 MP atau 64 MP dianggap sudah
Namun, perkembangan ilmu fotografi digital menunjukkan bahwa kualitas gambar merupakan hasil kerja sebuah sistem.
Sensor mengumpulkan cahaya, lensa mengarahkan cahaya, piksel mengubahnya menjadi sinyal, ISP memproses informasi tersebut, sementara algoritma computational photography menyempurnakan hasil akhirnya.
Karena itu, 200 MP tidak otomatis berarti kamera dua kali lebih bagus daripada kamera 100 MP atau empat kali lebih baik dibandingkan kamera 50 MP.
Megapiksel terutama menentukan potensi resolusi.
Baca Juga
Kualitas foto ditentukan oleh bagaimana seluruh sistem kamera menggunakan resolusi tersebut.
Teknologi pixel binning pada sensor modern bahkan memperlihatkan sesuatu yang menarik: sensor 200 MP justru sering menggabungkan banyak piksel untuk menghasilkan foto dengan resolusi lebih rendah ketika membutuhkan kemampuan menangkap cahaya yang lebih baik.
Pada akhirnya, pertanyaan terpenting ketika memilih kamera HP bukanlah "berapa megapikselnya?", melainkan "seberapa baik seluruh sistem kamera menghasilkan foto dalam kondisi nyata?"
Referensi:
Samsung Semiconductor - ISOCELL HP2 Mobile Image Sensor
Samsung Global Newsroom - Samsung Introduces the 200-Megapixel Image Sensor for the Ultimate High Resolution Experience in Flagship Smartphones
Baca Juga
Qualcomm - How Snapdragon Technology Is Revolutionizing Smartphone Photography with the Qualcomm Spectra ISP
Qualcomm - Snapdragon 6 Gen 1 Mobile Platform